Rakyat Lamsel Butuh Pemimpin Cerdas

  • Whatsapp

Oleh : Dony Armadi


TAHUN 2020, adalah tahun dimana Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) bakal menggelar hajat besar. Yakni pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih dan menentukan siapa pemimpin untuk periode selanjutnya.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Ya, Lamsel merupakan salah satu daerah yang juga bakal mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Dimana rakyat terlibat langsung untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati.

Pertama dalam sejarah Pemilihan Bupati (Pilbup) di Lamsel, dimana dalam masa pendaftaran, diikuti belasan bakal calon (Balon). Bagaimana tidak, Pilkada tahun ini yang hampir semua partai politik (Parpol) mempunyai jagoan masing-masing untuk menjadi peserta dalam kontestasi Pilkada 2020. Bahkan, ada beberapa partai yang tidak hanya memunculkan satu orang. Baik sebagai Balon Bupati maupun Balon Wakil Bupati.

Dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), memunculkan lebih dari satu nama Balon Bupati. Yaitu Nanang Ermanto, Hendry Rosyadi dan Hery Putra. Sempat diisukan juga bahwa Sutono yang merupakan pengurus DPD PDIP Provinsi Lampung juga ikut ambil bagian untuk nyalon di Lamsel.

Kemudian Partai Golkar, ada Hipni dan Tony Eka Chandra. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memunculkan dua nama. Satu nama Balon Bupati, Antoni Imam dan satu lagi Balon Wakil Bupati Puji Susanto.

Partai Amanat Nasional juga nampaknya enggan ketinggalan. Partai berlambang matahari itu memiliki dua nama yang maju sebagai Balon Bupati. Yakni Ketua DPD PAN Lamsel, Ahad Fitoni dan Ketua DPW PAN Provinsi Lampung, Irfan Nuranda Djafar.

Lalu Gerindra hanya satu nama untuk mengisi barisan Balon Wakil Bupati, yakni Fahrorrozi. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mengisi deretan Balon Wakil yaitu Pandu Kesuma Dewangsa. Sempat juga muncul isu bahwa Ahmad Ngadelan Jawawi juga ikut nyalon wakil.

Lebih lagi, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) juga tak mau kalah gebrakan. Partai yang baru memiliki satu keterwakilan kursi dewan ini, memunculkan nama Ketua DPD Perindo Lamsel, Aribun Sayunis sebagai Balon Wakil Bupati.

Kemudian partai Nasional Demokrat (Nasdem) juga menongolkan nama Balon Wakil, yakni Sekretaris DPD Nasdem Lamsel, Miftahul Bahri.

Sementara, Balon Wakil Bupati yang bukan dari kalangan politis, ada dua nama yaitu Ketua KTNA Lamsel Muhammad Amin dan pengacara Januri M Nasir.

Saya yang merupakan bagian dari rakyat Lamsel, tentunya juga memiliki harapan. Bagaimana kriteria pemimpin yang pada umumnya juga di idam-idamkan rakyat.

Sebenarnya, dari masalalu hingga saat ini rakyat sudah jenuh dengan biusan janji politik yang populer dan menjanjikan. Sudah saatnya, rakyat dapat mengubah paradigma dengan keluar dari wacanana yang dijanjikan para elit politik.

Lampung Selatan merupakan kabupaten yang sudah lanjut usia (Lansia). Kabupaten yang berada diujung Pulau Sumatera ini sudah melahirkan dua anak dan satu cucu. Tentunya, sudah waktunya kabupaten ini untuk berubah kearah yang lebih maju.

Bukan hanya dari kultur dan mainset masyarakatnya, namun juga dari kecerdasan pemimpin. Sebab, secara faktual, pemimpin adalah orang yang harus berjuang lebih dahulu daripada masyarakat yang dipimpinnya, dan yang terakhir ketika menikmati hasilnya. Dengan kata lain kepentingan masyarakat di atas segalanya. Esensinya aktualisasi diri dan pengabdian. Ketika dia sudah berkerja dan memperlihatkan hasil yang signifikan adalah sesuatu yang wajar kemudian dia menikmati dan merasakan dari hasil dan buah kerjanya itu.

Pemimpin cerdas mampu membaca dan menyesuaikan kondisi daerah dengan segala potensi yang dimiliki. Pemimpin cerdas tidak asal dalam membuat keputusan dan tindakan. Pemimpin cerdas pasti akan melihat secara detil dan rinci agar tindakannya tak menciptakan kesalahpahaman. Ia akan berpikir cerdas dan bertindak cerdas, tidak membuat keputusan yang penuh dengan ketidakpastian daalm keraguan.

Pemimpin cerdas, harus mampu membuat strategi, rencana dan tindakan mana yang harus didahulukan. Pemimpin cerdas akan selalu merenung dan bertanya kepada kemampuan dan pengetahuan terbaiknya sebelum mengambil langkah sebagai kesimpulan handal.

Pemimpin cerdas akan selalu memiliki formulasi yang sasarannya untuk kepentingan semua pihak. Bukan untuk menghibur sekelompok tertentu dengan keputusan dan tindakan yang kurang jelas.

Dengan demikian pemimpin tidak berorientasi jabatan. Memenuhi common sense dan common practise dapat dikategorikan pemimpin cerdas yang kita cari. Dia pemimpin yang tidak akan terjebak pada masalah. Tetapi, terus proaktif mencari solusi dari problem ekonomi daerah saat ini.

 

 113 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60

Tinggalkan Balasan