Harga ‘Cabai Setan’ Meroket, Tembus Rp 70 Ribu per Kg

  • Whatsapp

 

LAMPUNG SELATAN – Harga cabai merah yang kerap di sebut ‘cabai setan’ di pasar-pasar tradisional di Lampung Selatan (Lamsel) kian meroket.

Bacaan Lainnya

Bulan lalu, harga ‘cabai setan’ hanya berkisar Rp. 30 ribu perkilogram. Hingga hari ini (13/1/2028), harga cabai paling pedas ini mencapai harga Rp. 70 ribu perkilogram.

Mita (27), salah seorah warga Kecamatan Palas mengaku, sebelumnya ia hampir setiap hari membeli cabai ini untuk keperluan dagangannya. Namun, setelah harga cabai ini melambung tinggi, pihaknya beralih.

“Sekarang saya cuma beli cabai rawit biasa, atau cabai panjang. Gimana donk, harganya mahal banget sekarang,” keluh ibu satu anak ini.

Perempuan berkerudung itu juga menyebutkan, kenaikan harga cabai selain ‘cabai setan’ tak begitu tinggi. Artinya, harga cabai lain masih terbilang stabil.

Sementara, salah seorang pendagang yang berjualan di pasar tradisional di Kecamatan Palas mengaku, pihaknya mengambil ‘cabai setan’ dari suplayer memang sudah harga tinggi.

“Dari sananya memang sudah naik mas. Memang cabai jenis ini agak susah. Kalau sudah mulai sedikir (ketersediaan, red) pasti harganya langsung mahal,” akunya.

Kondisi ini, ternyata juga dialami sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), tercatat, rata-rata harga cabai rawit merah mencapai Rp61.700 per kilogram hingga, Senin (13/1). Artinya, rata-rata harga cabai rawit merah melejit Rp7.900 per Kg atau 14,7 persen dibandingkan Senin (6/1) lalu, Rp53.800 per Kg.

Bahkan, kenaikan harga cabai rawit merah tertinggi terjadi di Kota Ternate, Maluku, di mana harganya menembus Rp85 ribu per Kg. Harga tersebut melonjak 88 persen dibandingkan periode yang sama pekan lalu, Rp45 ribu per Kg. (Doy)

 573 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini