Langkah Tepat Hindari Bully, Thomas Pindahkan R ke Sekolah Baru

  • Whatsapp

KALIANDA – Langkah Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lampung Selatan (Lamsel) Thomas Amirico patut di acungi jempol.

Dalam menyikapi peristiwa introgasi seorang guru terhadap R (12) anak yang diduga melakukan rekayasa percobaan penculikan, Thomas mengambil langkah tepat.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Untuk menghindari bully terhadap R disekolahnya, Thomas memindahkan R ke sekolah yang baru. Mulanya, R bersekolah di SDN 1 Kunjir, mulai hari ini (6/2/2020) R dipindahkan ke SDN 2 Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

“Selain menghindari bully, langkah ini juga agar mengembalikan semangat anak untuk terus belajar dengan baik,” ujar Thomas kepada media-baru.com melalui pesan Whatsapp sore tadi.

Sangat disayangkan, akibat rekaman video klarifikasi yang dibuat oknum Guru SDN 1 Kunjir dan viral di media sosial, membuat semangat R untuk bersekolah menjadi turun.

Karenanya, langkah Thomas untuk memindahkan R ke sekolah baru merupakan langkah tepat untuk menyelamatkan semangat belajar generasi anak.

Dikatakan Thomas, mulai besok (6/2/2020), R sudah masuk ke sekolah baru yakni SDN 2 Kunjir. “Besok mulai sekolah, hari ini proses perpindahannya,” lanjutnya.

https://media-baru.com/2020/02/06/terkait-dugaan-rekayasa-penculikan-di-kunjir-ini-pesan-kapolres-lamsel/

Selain itu kata Thomas, dirinya berencana akan memberikan hadiah kepada anak tersebut dengan giat belajar menghafal ayat-ayat pendek dan mendapatkan ranking dikelas yang baru.

“Anaknya sangat baik san pintar, maka saya tantang dia untuk menghapal 10 ayat pendek serta masuk ranking lima besar disekolahnya, jika tercapai akan kami beri hadiah,” imbuhnya.

Selain itu, Thomas juga menemui orang tua dan guru yang melakukan introgasi sekaligus merekam video anak tersebut.

“Alhamdulillah semuanya sudah clear kepada Orang tua anak tersebut dan Gurunya sudah saya berikan peringatan keras dan ini sebagai pelajaran buat kita bersama,” sambungnya.

Dibagian lain, dirinya memberikan peringatan keras kepada oknum guru serta guru-guru yang lain yang ada di Kabupaten Lampung Selatan agar bijak dalam memberikan ilmu dan jangan sampai persoalan tang sama terulang kembali.

“Sudah kami tegur dan dia mengakui kesalahannya, semoga ini jadi pembelajaran kita semua dalam menyikapi sebuat permasalahan apalagi terhadap anak didik kita,” tutupnya. (Doy).

 167 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60