Dimediatori Kapolsek Penengahan, Debat Beda Keyakinan Akhirnya Dapat Dilerai

  • Whatsapp

KETAPANG – Pemakaman jenazah Aca, balita berusia 20 bulan yang meninggal di Desa Sudomukti, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel) sempat menjadi perdebatan, hingga ditunda beberapa saat, Kamis (20/2/2020).

Penyebabnya, Aca merupakan buah hati dari pasangan Agung Dita dan Mailatul Jamilah yang menikah sirih. Keduanya berbeda keyakinan, Suami beragama Hindu dan istri beragama Islam.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Lantaran perbedaan keyakinan tersebut, pemakaman putrinya, Aca, menjadi perdebatan. Pihak istri meminta dimakamkan secara syariat Islam. Sebaliknya, pihak suami meminta secara agama Hindu.

Beruntung, perdebatan dan perebutan tata cara pemakaman Aca tak berlangsung lama. Itu setelah, aparatur desa setempat menghubungi Kanit Binmas Aiptu Nurholis dan Kapolsek Penengahan AKP Hendra untuk menjadi penengah atau mediator. Yakni sekitar pukul 15.00 wib.

“Kami datang kekediaman mereka di Sidomukti untuk menengahi dan menjadi mediator guna menyelesaikan permasalahan tersebut,” ujar AKP Hendra.

AKP Hendra melanjutkan, usai di mediator, persoalan beda keyakinan dalam pemakaman Aca akhirnya selesai. “Hasilnya, kedua belah pihak bersepakat merawat jenazah dan menguburkannya dengan cara atau syariat Islam,” tukasnya.

Setelah permasalahan dapat diluruskan, kemudian keluarga yang dibantu warga setempat memakamkan jenazah Ada
sekira pukul 18.30 web. Jenazah almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pematang Pasir Kecamatan Ketapang. (Doy)

 71 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60