SARA Menjadi Gen Potensi Konflik, Ini Kata Balon Kada Lamsel

  • Whatsapp

KALIANDA – Pencegahan potensi konflik di Lampung Selatan (Lamsel) menjadi sorotan khusus bagi panelis, Uji Kompetensi Bakal Calon (Balon) Kada di DPC Demokrat setempat.

Menurut rektor STIH Muhammadiah Kalianda, Subagiyo, SH, MH mengatakan, bahwa genetik konflik di Kabupaten Gerbang Krakatau ini adalah mengenai Suku, Adat, Ras dan Antar golongan (SARA).

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Ini (SARA, red) sudah menjadi gen dari potensi konflik di Lamsel. Untuk itu, perlu adanya terobosan agar mencegah dan meredam konflik yang akan terjadi,” kata Subagiyo sebagai salah seorang panelis, seraya memberi PR bagai para Balon Kada.

Menjawab persoalan tersebut, 4 Balon Kada seolah ngeri-ngeri sedap untuk membeberkan langkahnya. Mengingat, persoalan SARA sangat riskan dibahas.

Terbukti, dua Balon Kada enggan menjawab. Yakni Hery Putra dan Ishak. Mereka melewati satu pertanyaan itu dari 4 pertanyaan yang diajukan Subagiyo. Mereka, hanya menjawab pertanyaan pada sektor Pendidikan, Kesehatan dan Perizinan.

Menurut Balon Bupati Lamsel, Irfan Nuranda Djafar, mencegah potensi konflik dari SARA, merupakan hal penting yang harus dilakukan oleh pimpinan daerah. Yang menjadi terobosan, dirinya akan menjadikan keberagaman suku di Lamsel mejadi satu suku Lampung.

“Semua menjadi suku Lampung. Meski beragam, tapi harus mengakui bahwa kita berada di Lampung, untuk menjadi suku Lampung baru. Mudah-mudahan dengan menyatukan suku ini, kita bisa rukun dan damai,” singkatnya di akhir penyampaiannya.

Berbeda hal dengan Balon Wakil Bupati A Ben Bela. Soal SARA seolah menjadi hal yang biasa baginya dan mudah diatasi. Menurut mantan anggota DPD RI itu, jika keberagaman dikumpulkan menjadi satu untuk sama-sama menjalin komitmen, maka dapat mencegah konflik SARA.

“Saya sudah teruji kalau soal SARA, gampang itu. Kalau semua jadi satu, selesai itu soal SARA. Jadikan satu tempat, yang berbeda agama, berbeda suku dan berbeda golongan dikumpulkan jadi satu. Saya yakin beres,” ketus Ben Bela. (Doy)

 191 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60