RSUD Bob Bazar Diduga Tolak Pasien, Komisi IV : Utamakan Pelayanan !

  • Whatsapp

KALIANDA – Pelayanan RSUD Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) mendapat sorotan tajam dari Komisi IV DPRD setempat.

Menurut komisi yang mengurusi kesejahteraan masyarakat itu menilai, persoalan administratif tidak semestinya menjadi acuan utama dalam melayani pasien.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi IV DPRD Lamsel, Ahmad Muslim menegaskan, penanganan pasien semestinya menjadi poin utama dalam pelayanan di rumah sakit. Bukan soal administrasi.

“Tangani dulu pasiennya. Kalau masalah administrasi bisa menyusul. Kasian kalau pasien disuruh bolak-balik melengkapi persyaratan. Kan bisa menyusul,” tegas Muslim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya, Selasa (3/3/2020).

Dikatakan politisi Partai Golka ini, pelayanan RSUD Bob Bazar memang belum maksimal. Harus dilakukan peningkatan agar tidak menjadi cerminan buruk tingkat pelayanan di kabupaten itu.

“Sudah pernah juga kita lakukan hearing dengan pihak rumah sakit. Kita (Komisi IV, red) tekankan lebih dulu soal pelayanan,” imbuh anggota dewan asal Kecamatan Ketapang itu.

Wakil rakyat yang juga pernah bergelut didunia jurnalis ini juga menegaskan, pihaknya bakal mengawal pelayanan masyarakat di Lamsel, agar lebih maksimal. Utamanya, di RSUD Bob Bazar.

Senada dikatakan anggota Komisi IV lainnya, Amelia Nanda Sari. Ia berjanji bakal terus menekankan kepada pihak RSUD Bob Bazar untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“Pihak RSUD juga harus meningkatkan sosialisasi terhadap masyarakat mengenai aturan administrasi di rumah sakit. Agar, masyarakat juga paham mengenai prosedur,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, RSUD Bob Bazar Kalianda diduga melakukan penolakan terhadap pasien BPJS, Selasa pagi tadi.

https://media-baru.com/2020/03/03/sandang-predikat-paripurna-rsud-bob-bazar-diduga-tolak-pasien-bpjs/

Alasannya, pasien dinilai tidak dalam keadaan emergency, sehingga dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) seolah enggan menangani.

Kemudian, dokter jaga itu menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan di poli penyakit dalam dengan menyertakan persyaratan lengkap. Yakni identitas pasien, BPJS dan rujukan Puskesmas.

Sayangnya, pasien kurang persyaratan. Yakni mengenai surat rujukan Puskesmas setempat. Alhasil, dokter tersebut menyuruh pasien pulang untuk melengkapi persyaratan yang dimaksud. (Doy)

 917 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini