Cinta Berawal Dari MOS

  • Whatsapp

Cerpen Karangan : Niken Fadilawati


Namaku Nayfa Saraswati umurku baru 16 tahun, dan aku baru saja diterima di SMA Negeri favorit di daerahku. Di pagi hari yang cerah aku berangakat ke sekolah, dengan mengendarai sepeda motorku. Ini adalah hari pertama masuk sekolah, dan di hari ini juga aku akan menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa). Sudah sangat terlihat jelas bagaimana penampilanku saat ini, dengan seragam putih biru SMPku aku memakai tas terbuat dari karung dan juga memaki kalung dan gelang dari tali rafia. Dan ditambah lagi dengan ikatan rambutku. Aku benar-benar sangat terlihat aneh di hari ini, tapi inilah yang harus kujalani saat aku MOS di SMA baruku.

Bacaan Lainnya

Kurang lebih 30 menit perjalananku dari rumah ke sekolah, setelah itu aku masuk ke sekolah dan memakirkan motorku di tempat parkir khusus anak kelas 10. Aku berjalan sendiri ke arah taman sekolah, dan duduk di kursi taman dekat lapangan sekolah. Karena jika ada pengumuman aku bisa langsung mendengarnya. Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dan berkata “Hai, sedang apa kamu di sini?” tanya dua cewek cantik yang juga berpenampilan sepertiku. Aku menjawab “Aku hanya sedang duduk dan menunggu pengumuman dari kakak panita MOS”. “Boleh kami duduk di sampingmu?” tanya mereka. “Tentu saja, kenalkan namaku Nayfa Saraswati panggil saja aku Nayfa” jawabku kepada mereka berdua sambil mengulurkan tanganku untuk berkenalan. “Namaku Keyla Angelina panggil saja aku Keyla” jawab cewek yang berambut lurus panjang sambil menjabat tanganku erat-erat. “Hei Nayfa, perkenalkan namaku Leyna Larasati panggil saja aku Leyna ya” cewek cantik berambut lurus pendek itu dengan nada lucunya dan juga sambil menjabat tanganku. Lalu kami bertiga ngobrol-ngobrol hingga kadang-kadang tertawa terbahak-bahak.

Setelah beberapa menit “Pengumuman untuk semua siswa siswi baru segera berkumpul di lapangan sekolah, karena acara MOS akan segera dimulai” Suara pengumuman dari kakak panitia MOS. “Ayo kita ke lapangan sekolah” ajakku. “Oke” jawab mereka. “Oh ya sekarang kita bertiga jadi sahabat ya?” tanya Keyla sambil merangakul pundakku dan Leyna. “Oke deh Key” jawabku dan Leyna sambil tersenyum manis. Lalu kami tiba di lapangan dengan wajah yang masih senyum-senyum. Banyak teman-teman yang melihat kami dengan pandangan aneh dan tersenyum. “Sekarang tugas kalian meminta tanda tangan dari anggota OSIS dan juga guru dan staf SMA ini, caranya dengan …” perintah kakak cowok kelas 12 yang ganteng dan tegas. Yang bikin cewek-cewek kelas 10 jadi pada ngefans. “Eh tuh cowok cakep juga ya?” tanyaku. “Ya iyalah Nay, dia itu kan Kak Angga kelas 12-3 pacarnya Kak Zahra kelas 12-4” jawab Leyna. “Kak Angga dan Kak Zahra itu pasangan paling hits di SMA ini lho..” tambah Keyla. “Oh.. gitu” ucapku dengan nada heran. “Sekarang cepat kalian minta tanda tangan” perintah Kak Zahra. “Baik kak” jawab peserta MOS.

Aku, Keyla, dan Leyna selalu bertiga pergi kemana-mana, karena kita sudah jadi sahabat. Ya walaupun baru kenal tadi sih. Aku mengajak Keyla dan Leyna untuk membeli minum dan makan dulu kantin barulah setelah itu kami meminta tanda tangan kembali. Maklumlah tadi pagi aku tidak sempat sarapan terlebih dahulu, karena takut telat ke sekolah soalnya jalanannya macet kalau pagi.

Belum sempat kami makan, tiba-tiba ada Kak Zahra di kantin dan menegur kami supaya tidak makan karena bisa terlambat mengumpulkan tanda tangan. Akhirnya aku hanya membeli jus jeruk dan membawanya untuk minum di jalan. Minuman Keyla dan Leyna sudah cepat habis, sedang aku masih belum habis. Lalu kami berjalan terburu-buru ke arah lapangan untuk meminta tanda tangan anggota OSIS, karena tadi kami sudah ke ruang guru untuk meminta tanda tangan.

“Auw..” teriakku. Karena ada cowok menabrakku sehingga buku catatanku jadi basah. Minumanku tumpah semua ke bajunya, sedangakan sebagian minumannya tumpah ke bukuku. “Eh lo punya mata gak sih? lihat nih baju gue jadi basah” bentak dia dengan nada yang begitu marah. “Eh lo aja kali yang jalan gak lihat-lihat, nih lo lihat buku gue jadi basah” ucapku lebih judes. “Kok lo malah marah gue kan lo yang salah, minta maaf gak lo” ucapnya dengan nada marah. Dengan judes aku bilang “Ih.. ogah banget gue minta maaf sama lo”. BYUR. Dia menyiram bajuku dengan minuman di tanganya. “Eh kok lo malah …” perkataanku terhenti, karena ada Kak Angga datang. “Nayfa, Nico stop jangan ribut lagi, kalian berdua kakak hukum untuk hormat di bawah tiang bendera sampai pulang sekolah” perintah Kak Angga dengan marahnya. “Baik Kak” jawabku dan Nico. “Nih aku titip bukuku” ucapku kepada Keyla dan Leyna. “Nih kalian bawa buku gue” ucap Nico kepada kedua sahabatnya yang bernama Kevin dan Leo. “Ayo kalian berempat kumpul di aula untuk melanjutkan acara MOS, masih 1,5 jam lagi acara selesai” ucap Kak Angga. “Ini semua gara-gara lo sih, jadi dihukum kan” ucap Nico. “Kok gue?, lo tuh ngeselin banget pake nyiram baju gue lagi” ucapku dengan marah kepada Nico.
Kami berdua hormat di bawah tiang bendera walaupun sinar matahari begitu terik. 30 menit telah berlalu, tapi kami berdua hanya diam saja.

Di aula
“Aduh Key.. aku kasihan dengan Nay, tadi pagi dia gak sarapan terus tadi dia juga gak makan di kantin. Nanti kalau Nayfa pingsan gimana? Aku gak tega ngelihatnya” ucap Leyna dengan nada cemas. “Tenang aja Leyna.., pasti Nayfa gak kenapa-napa kok. Kita gak boleh panik gini” jawab Keyla dengan nada lemas. “Ah.. kalian lebay banget sih” ucap Kevin. “Iya nih, lebay banget sih” timpal Leo. “Eh, diam kalian berempat” tegur Kak Zahra.

Di lapangan
“Ehm.. nama lo Nayfa ya? Nama gue Nico” ucap Nico. “Iya, nama gue Nayfa Saraswati panggil aja gue Nayfa. Nama lengkap lo siapa?” ucapku. Nico jawab “Oh, nama gue Nico Andreastino panggil aja gue Nico”. “Oke” jawabku. Setelah itu kami terdiam kembali, dan tak terasa pulang sekolah hanya tinggal 30 menit. “Sebentar lagi pulang nih Nay” ucap Nico sambil menoleh ke arahku. Aku juga menoleh ke arahnya dan berkata “Iya Nic” dengan nada lemas. “Eh.. ya ampun Nay muka lu pucat banget tuh, mendingan lu duduk di tempat teduh dulu gih”. “Ah.. gak usah, gue gak kenapa-napa kok” jawabku. “Oh ya Nay, gue mau ngomong kalau gue mau minta ma..” GUBRAK!!!, ucapan Nico terhenti, karena aku pingsan. Nico langsung menggendongaku ke tempat teduh “Nay sadar dong, lo kenapa sih?” Nico menciprati wajahku dengan air untuk bisa membangunkanku. “Ehm.. gue gak apa-apa kok, paling cuma haus dan laper aja” jawabku dengan nada masih sangat lemas. “Ayo ke UKS” ajak Nico. “gak usah deh, 10 menit lagi kan pulang” jawabku. Akhirnya kami kembali hormat di bawah tiang bendera. “Thanks ya Nic, lo tadi nolong gue” ucap terima kasihku kepada Nico. “Oke” jawab Nico singakat. “Ehm… lo gak usah bilang ke siapa-siapa ya tentang ini semua” ucapku. “Iya iya” jawab Nico dengan nada juteknya.

Kring… Kring… “Hai Nayfa kamu gak kenapa-napa kan?” tanya Leyna dan Keyla dengan nada cemas. “gak kok” jawabku singakat. “Oh ya gimana kalau kita makan mie ayam di seberang jalan depan” ajak Leyna. “Oh.. Ayo ayo, nanti kamu sama aku aja ya Nay kita anterin kamu pulang, sekalian pengen main ke rumahmu” ucap Keyla. “Oke, terserah kalian” jawabku “Nih kunci motornya” kulempar ke arah Leyna, karena aku dibonceng Keyla.

Keesokan harinya aku sedang berada di perpustakaan, tiba-tiba ada suara yang mengagetkanku. “Hai Nayfa, gimana kabar kamu?” tanya Nico “Baik, ngapain kamu di sini” ucapku. “Aku mau minta maaf soal yang kemarin, dan juga mau ngajak kamu ke kantin bareng” ucapan Nico yang rada aneh. “Eh. Ngapain mau ngajak ke kantin kamu mau minta aku traktir ya” tanya ku penasaran. “Nggak kok, justru aku mau traktir kamu” jawab Nico. “Oke”.

Ternyata di kantin sudah ada Keyla dengan Kevin, dan Leyna dengan Leo. Mereka sudah jadian, entah kenapa bisa begitu. Lalu aku duduk dengan Nico, Nico terlihat begitu salah tingkah dan entah kenapa hatiku jadi deg-degan saat begitu dekat dengan Nico. Keesokkan harinya Nico mengatakan cinta kepadaku di lapangan sekolah dilihat oleh kelas 10-12, dan dia memintaku jadi pacarnya. Dan akhirnya aku menerimanya, karena sebenarnya aku suka dengan Nico dari hari pertama MOS.

Cerpen Karangan: Niken Fadilawati
Facebook: Niken Fadilawati
Hobiku berkhayal sebuah cerita, dan ingin membuat cerita itu menjadi sebuah film. Aku masih remaja yang begitu suka membayangkan cinta yang romantis.

Sumber : Cerpenmu.com

 630 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini