Semprot Disinfektan di Pakuan Ratu, Nurlela Apresiasi Karang Taruna

  • Whatsapp

PAKUAN RATU – Penyemprotan disinfektan secara serentak oleh Karang Taruna Kecamatan Pakuan Ratu Way Kanan dilaksanakan mulai Rabu (1/04/2020).

 

Bacaan Lainnya

Giat sosial ini akan di lakukan oleh Pengurus Karang Taruna di 19 Kampung di Kecamatan Pakuan Ratu, hingga mereata keseluruh kampung.

 

Karang Taruna Kampung yang sudah dan akan melaksanakan antara lain , Kampung Pakuan Ratu, Karang Agung, Tanjung Ratu, Gunung Cahya, Gunung Waras, Rumbih, Negara Ratu, Negara Sakti, Way Tawar, Negara Tama, Pakuan Baru, Pakuan Sakti, Tanjung Agung, Tanjung Serupa, Suka Bumi, Bakti Negara, Bumi Mulia, Serupa Indah dan Negara Harja.

Dalam kegiatan tersebut juga di hadiri oleh Sekretaris  Camat (Sekcam) Kecamatan Pakuan Ratu, Nurlela. Dalam sambutan pembukaan, Nurlela  menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pengurus Karang Taruna Kecamatan atas aksi solidaritas dalam memutus penyebaran Covid-19.

 

“saya ucapkan terimakasih atas kerjasamanya Karang Taruna Kecamatan Pakuan Ratu dengan kami, kita mengawali bulan ini dengan langkah yang sangat tepat, dan semoga Covid-19 dapat segera berakhir sehingga kita dapat memulai kembali kegiatan kita seperti biasa” kata Nurlela.

 

Mengenai apa yang sudah dilakukan oleh pihak kecamatan, perempuan berkerudung ini menyampaikan sudah banyak sekali, bekerjasama dengan Puskesmas, Polsek, Koramil, dan seluruh Kepala Kampung di Kecamatan Pakuan Ratu.

 

“Kita sudah lakukan banyakhal untuk memutus wabah ini, salahsatunya membentuk Gugus Tugas disetiap Kampung bekerjasama dengan Puskesmas, Kepolisian, Danramil dan Aparatur Kampung mencegah dan sosialisasi untuk warga tidak menghindari keramaian dalam bentuk apapun” imbuh Bu Sekcam dengan wajah optimis.

Ditanya mengenai banyaknya warga yang mudik dari Jakarta ke Kecamatan Pakuan Ratu, Nurlela mengatakan sudah membentuk Posko Akbar yang jumlah personilnya ada lima puluh lebih yang terdiri dari PKM Puskesmas Pakanuan Ratu dan bekerja selama 24 jam setiap hari.

 

“Nah, jadi kalau soal ini mobil yang membawa penumpang langsung disamperin dan diperiksa kesehatannya oleh tim Posko Akbar yang sudah kita bentuk, karena ini tentu akan membahayakan jika ada dari sekian banyak pemudik yang terjangkit” terangnya.

 

Sebenarnya pemerintah sudah menghimbau agar warga tidak mudik ke kampung halaman, untuk memutus penyebaran tapi masih ada saja yang nekat untuk pulang, padahal selama perjalanan pulang tidak ada yang memastikan warga tersebut terjangkit atau tidak. “pokoknya bagi siapapun yang sudah terlanjur mudik, harap mengisolasi diri dirumah selama 14 hari dan tidak melakukan kontak fisik dengan siapapun” tutup Nurlela. (Awa/Doy)

 1,717 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini