Ratusan Pemudik Tujuan Pulau Jawa Terlantar di Bakauheni

  • Whatsapp

BAKAUHENI – Ratusan pemudik asal Provinsi Riau tujuan Jawa Tengah, terlantar di sekitaran Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel).

Sekitar empat hari tiga malam, ratusan pemudik tersebut beristirahat dipinggiran jalan, tanpa berteduh. Baik laki-laki maupun perempuan.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Diketahui, kebanyakan dari mereka, tiba di Bakauheni pada Kamis (30/4/2020) lalu dengan menggunakan bis angkutan umum langsung. Mereka terpaksa diturunkan di sekitar Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni, lantaran kendaraan yang mereka tumpangi putar balik arah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim media ini, ratusan pemudik tersebut nekat bakal menunggu kebijakan pemerintah untuk kembali membuka akses penyebrangan ASDP Bakauheni.

Ratusan pemudik yang terlantar di Bakauheni. Mereka terpaksa beristirahat di rerumputan pinggir jalan.

“Saya dan delapan teman saya sudah dari hari kamis lalu berada disini. Sampai saat ini, saya masih menunggu sampai bisa menyebrang dan pulang ke kampung halaman kami,”ujar Bakim (40) salah satu pemudik asal Riau, kepada tim media-baru.com, Minggu (3/5/2020).

Ia berkeluh, dirinya bersama rekan-rekan sejawatnya merupakan perantauan untuk bekerja sebagai kuli bangunan di Provinsi Riau. Ditempat kerjanya, mereka telah diliburkan, sehingga memaksa untuk mereka pulang kampung.

“Saya di Riau kerja bangunan dan saya kalau mau balik lagi ke tmpat kerja saya gak mungkin. Sebab, kerjaan saya sudah tutup dan orang sana pun menyuruh kami balik,” lanjutnya dengan mimik muka tertunduk lesu.

Senada juga dikatakan pemudik lainnya, selama mereka terlantar di sekitaran Pelabuhan Bakauheni, terpaksa makan dari hasil gaji mereka pribadi. Dengan cara menghemat dan mengkonsumsi makanan alakadarnya.

“Kalau untuk makan saya sehari sekali pagi doang, selama ini saya makan sisa gajihan kemaren dan ongkos pulang,” keluh Yono(45).

Mereka berharap, meski pemerintah belum menentukan kebijakan untuk kembali membuka akses penyebrangan, paling tidak diberikan fasilitas untuk beristirahat khususnya bagi pemudik terlantar.

“Setidaknya adakan tenda darurat untuk kami bisa beristirahat menunggu sampai bisa nyebrang. Selain itu, juga adanya pengamanan yang terjamin. Agar keluarga tidak khawatir,” harapnya. (Amn/Doy)

 727 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60