Rekrutmen Aparat Desa Way Urang Diduga ‘Kangkangi’ Aturan

  • Whatsapp

PADANG CERMIN – Rekrutmen aparatur Desa Way Urang, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, sepertinya perlu dievaluasi.

Sebab, paska pelantikan Kades Way Urang, Harudin, pihaknya melakukan perombakan jajaran perangkat desa yang disinyalir tidak mengindahkan regulasi yang ada.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Padahal, mengenai rekrutmen aparatur desa telah jelas diatur dalam Undang-undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, dalam Pasal 50 ayat 1. Dimana telah disebutkan, perangkat desa harus berpendidikan paling rendah tamatan SMA atau sederajat.

Hal itu diketahui media-baru.com, saat mendampingi advokasi yang dilakukan LSM Lira dan Ormas GML Pesawaran di Desa Way Urang, Kecamatan Padang Cermin, beberapa waktu lalu.

Salah satu mantan aparat Desa Way Urang, Rumli mengaku, Kades Harudin telah melakukan pergantian sejumlah aparatur desa, sejak dirinya dilantik dan resmi menjabat.

Ironisnya, dari rekrutmen yang dilakukan, justru Harudin menempatkan salah seorang pengganti aparatur desa dengan modal Ijazah Sekolah Dasar (SD).

“Ada sekitar 4 orang aparat desa yang diganti. Salah seorang penggantinya adalah lulusan SD. Ini kan jelas tidak logis dan tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan,” ungkap Rumli seraya kesal.

Ditambah lagi, Harudin juga telah melakukan pemberhentian aparatur desa yang lama dengan secara sepihak. Dalam artian, tanpa ada konfirmasi dan pertimbangan prosedural.

“Saat ditanya, Harudin mengatakan telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kabupaten,”ketus Rumli kepada media ini yang mendampingi LSM Lira dan Ormas GML, kala itu.

Rumli menambahkan, lantaran tak puas dengan jawaban Harudin, dirinya mencoba mengkonfirmasi ke Kasi Pemerintahan, Kecamatan Padang Cermin, Samsurizal. Ia mengatakan, untuk pembeehentian dan perekrutan aparatur desa Harudin belum melakukan koordinasi apapun.

“Hanya saja, hal itu dilihat dari masa pemcalonan dahulu. Sebab, saya dulu juga ikut nyalon. Lalu, berkas yang saya lampirkan adalah surat cuti bukan pengunduran diri. Samsurizal pun membenarkan hal itu. Tapi sayangnya, Harudin bersikeras bahwa dalam berkas pencalonan saya itu adalah surat pengunduran diri. Jadi saya dianggap telah mundur tanpa diberhentikan,”lanjut Rumli.

Dari informasi yang telah dihimpun tersebut, media-baru.com berupaya untuk mengkonfirmasi kepada Kades Way Urang, Harudin. Sayangnya, yang bersangkutan belum dapat ditemui.

Kemudian, bersama LSM Lira dan Ormas GML, media-baru.com berupaya meluruskan informasi tersebut ke pihak pihak Pemerintah Kabupaten Pesawaran.

Saat ditemui, Asisten Pemerintahan Pemkab Pesawaran, Syukur. Menurutnya, mengenai pemberhentian dan perekrutan aparatur Desa Way Urang, Kades Harudin belum melakukan koordinasi dalam bentuk apapun.

“tidak ada. Kadesnya tidak pernah berkordinasi tentang pemberhentian dan pengangkatan perangkat Desa Way Urang,” tegasnya.

Meski permasalahan tersebut semakin menggeming, namun Kades Harudin masih enggan mengklarifikasi. Bahkan, saat tim media ini berusaha ingin mengkonfirmasikan persoalan tersebut, pihaknya selalu berusaha menghindar.

Hingga petang tadi (7/5/2020), Kades Harudin masih enggan ditemui. Saat dihubungi via telepon, ia mengatakan berada dirumah dan memepersilahkan tim media ini untuk mendatangi rumahnya.

Saat tim tiba dirumahnya dalam beberapa menit setelah berkomunikasi via telepon, pihaknya lagi-lagi tidak berada ditempat. (Ryn)

 336 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

banner 468x60

Tinggalkan Balasan