Setelah Bunuh AD, Tersangka Sempat Kumandangkan Adzan Sebelum Kabur

  • Whatsapp

TANJUNG BINTANG – Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan (Lamsel) ternyata merupakan skenario dari teman dekatnya sendiri.

Korban yang masih pelajar, AD (17) warga Way Sulan, adalah teman dekat salah seorang tersangka AF (17). Lantaran sakit hati sering dipanggil dengan sebutan nama ayahnya, AF merencanakan perbuatan keji terhadap temannya dengan melibatkan teman lain yaitu RM (19).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Hal tersebut, terungkap dari rekontruksi adegan pembunuhan yang dilakukan di perkebunan singkong di Desa Sindang Sari, Tanjung Bintang, Kamis (28/5/2020).

Adegan pertama, kedua, ketiga dan keempat kedua tersangka menyusun siasat untuk melakukan pembunuhan terhadap korban.

 

Kemudian dalam adegan ke lima, kedua tersangka berhasil membawa korban ke Perkebunan singkomg yang ada di Desa Sindang Sari usai jalan-jalan sore.

Sesampainya di kebun singkong, mereka nongkrong dan menghabiskan sebatang rokok dengan ngobrol alakadarnya diatas sepeda motor milik korban, kedua tersangka sambil memastikan situasi aman.

Satu orang pelaku AF turun dari motor dan berdiri di belakang korban dengan benar-benar memastikan situasi aman. Tersangka AF kemudian memulai aksinya dengan memukul punggung korban dari belakang hingga korban jatuh tersungkur ke tanah.

Kemudian, korban berdiri dan berjalan keluar gang perkebunan mendekati kubangan air yang ada disekitar lokasi.

Kedua tersangka mengikuti korban. Tersangka RM berada dibelakang korban memegangi tangan korban. Sementara, tersangka AF memukul bagian dada korban.

Tersangka AF berputar kebelakang korban, lalu kembali memukul punggung korban. Sementara tersangka RM menyikut punggung korban dan menjatuhkan korban kebelakang dengan kaki.

Setelah korban jatuh dengan posisi kepala masuk ke kubanagan air, tersangka RM memegangi kaki korban. Sementara, tersangka AF membenamkan kepala korban kedalam kubangan air tersebut.

Setelah korban tidak bergerak, kedua tersangka mengecek kondisi korban. Memastikan bahwa korban telah meninggal. Dua klai mereka mengecek perut korban dan memastikan korban tidak langi bernafas, kedua tersangka lalu mengangkat korban dibawa ke perkebunan singkong.

Didalam perkebunan, tersangka kembali memastikan bahwa korban telah tewas. Setelah benar dipastikan korban sudah tidak bernyawa, tersangka AF kemudian mengumandangkan Adzan hingga Komat sebelum keduanya meninggalkan jasad korban du kebun singkong.

Setelah itu, kedua tersangka membawa sepeda motor dan handpon korban. Tak jauh dari lokasi, kedua tersangka membuang Hp milik korban, lalu menitipkan sepeda motor tersebut ke teman salah seorang tersangka dan kabur ke Sumatera Selatan (Sumsel). (Doy)

 

 

 1,104 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

banner 468x60

Tinggalkan Balasan