Didampingi LSM, Warga Desa Tanjung Kerta Laporkan Kades ke Inspektorat

  • Whatsapp

WAY KHILAU – Pengelolaan Dana Desa (DD) Desa Tanjung Kerta, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran disoal warga. Mereka menuding, ada dugaan penggelapan realisasi anggaran desa tersebut.

Bahkan, beberapa warga yang mengatasnamakan masyarakat Desa Tanjung Kerta didampingi LSM LAMI Pesawaran menyampaikan laporan dugaan tersebut ke Inspektorat Pesawaran, Selasa (2/6/2020).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dalam surat laporan itu, dituliskan bahwa adanya dugaan penggelapan DD Tanjung Kerta tahun 2018 yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Azhari. Diantaranya yakni pada anggaran pembinaan Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) senilai Rp45 juta. Kemudian, anggaran kegiatan pembinaan kepemudaan sebesar Rp15.960.000, anggaran kegiatan keolahragaan sebesar Rp20.305.000 dan anggaran kegiatan HUT RI tahun 2018 dengan nilai sebesar Rp28.849.599.

Menurut Ketua LSM LAMI selaku pendamping masyarakat Desa Tanjung Kerta, Arif Roni mengatakan, laporan yang disampaikan kepada Inspektorat Pesawaran itu telah ditandatangani oleh beberapa perwakilan masyarakat.

“Ada juga sejumlah surat pernyataan dari beberapa Linmas bahwa telah terjadi penggelapan DD tahun 2018,” ucap Arif seraya tak membeberkan secara rinci berapa besaran DD yang diduga digelapkan oleh Kades Azhari.

Dikatakannya, dari dugaan penggelapan ini hanya sebagian kecil dari realisasi DD Tanjung Kerta yang dipersoalkan warga. Ia berharap, pihak inspektorat dapat menindaklanjuti terkait laporan yang mereka sampaikan.

“Harapannya, agar Inspektorat dapat segera turun langsung ke lapangan guna menindaklanjuti laporan kami. Setelah inspektorat turun, nanti juga akan mengetahui persoalan lainnya yang ada di Desa Tanjung Kerta,”tukasnya.

Berdasarkan pantauan, laporan yang disampaikan warga bersama LSM LAMI diterima oleh staf Inspektorat Pesawaran, untuk kemudian diteruskan ke Inspektur.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan Kades Tanjung Kerta, Azhari belum berhasil dikonfirmasi mengenai adanya masyarakat yang melaporkan dugaan penggelapan DD ke Inspektorat Pesawaran.

Saat wartawan media-baru.com mencoba mengkonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya siang tadi, meski dalam keadaan aktif namun tidak dijawab. Bahkan, saat wartawan media ini kembali menghubunginya hingga pukul 20.31 wib, telepon genggam yang bersangkutan justru tidak aktif. (Ryn)

 381 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60