Penerapan New Normal di Sektor Wisata Lamsel, Mulai Dipersiapkan

  • Whatsapp

RAJABASA – Kebijakan new normal yang akan diterapakan disejumalah daerah di tanah air, hanya tinggal menghitung hari. Tak terkecuali di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Penerapan new nomal, pastinya bakal merambah keseluruh sektor. Utamanya disetiap titik keramaian, salah satunya sektor pariwisata yang ada di Lamsel.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamsel, Ir. Rini Ariasih, MM mengatakan, penerapan new normal pada sektor pariwisata di Kabupaten Khagom Mufakat ini tangah dalam pematangan persiapan.

“Minggu depan kami akan mengundang para pelaku usaha pariwisata dan pemilik hotel dalam rangka sosialisasi pemberlakuan new normal di Lampung Selatan.” ujar Rini kepada media-baru.com, saat berbincang santai di Kahai Beach Hotel, usai melakukan peninjauan kesiapan penerapan new normal, siang tadi (4/6/2020).

Dikatakannya, Dinas Pariwisata baru-baru ini tengah gencar sosialisasi ke lapangan jelang pemberlakuan new normal sesuai arahan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, sembari mengecek langsung penerapan protokol kesehatan para pelaku usaha sektor pariwisata dan perhotelan.

“Kami ingin memastikan bahwa pelaku usaha pariwisata dan pihak hotel mematuhi protokol kesehatan jelang pemberlakuan new normal. Seperti menyediakan APD, alat cuci tangan dengan air mengalir, sabun, tempat duduk berjarak bagi pengunjung/tamu hotel, serta selalu mengingatkan pengunjung untuk memakai masker.” ucap Rini seraya mengimbau.

Gayung bersambut, sebelumnya Kapolres Lamsel AKBP Edi Purnomo, SH., S.Ik., MM pun memberikan arahan jelang pemberlakuan new normal di Lamsel di sektor wisata.

“Saya mengimbau kepada masyarakat dan pelaku usaha pariwisata agar tetap mematuhi protokol kesehatan, demi menghindari penularan virus covid-19. Namun, tentunya ini perlu dilakukan persiapan yang benar-benar matang,” ujar Kapoles beberapa waktu lalu.

“Bilamana pasca new normal di berlakukan terdapat pelanggaran-pelanggaran protokol kesehatan, baik itu dari pihak pelaku usaha pariwisata maupun masyarakat yang berkunjung maka Pemda- lah yang bisa memberikan tindakan berupa teguran maupun sanksi lain selaku ujung tombak Gugus Tugas Covid-19.” pungkas Edi. (Han)

 166 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60

Tinggalkan Balasan