Terkuak, SMPN 9 Pesawaran Diduga Lakukan Pungli

  • Whatsapp

WAY KHILAU – Pungutan dana komite di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 9 Pesawaran, untuk pembelian komputer tahun 2019 terindikasi pungutan liar (pungli).

Kendati sebelumnya telah dilakukan musyawarah, namun seolah hanya sekadar seremoni formalitas. Sebab dalam musyawarah itu, pihak wali murid dipaksa untuk menyetujui adanya pungutan tersebut.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Kala itu, jika wali murid enggan menyetujui dan membayar pungutan sebesar Rp.200 ribu per siswa, maka siswa tidak akan mendapatkan buku lapor.

Hal tersebut terkuak, saat adanya salah seorang wali murid yang mencurahkan kekesalan dan keluhannya kepada media-baru.com.

Wali murid yang namanya enggan dipublikasikan itu mengaku, bahwa dalam melakukan pungutan dana, pihak komite juga enggan memberikan kwitansi atau keterangan telah membayar kepada semua wali murid.

“Karena adanya ancaman bahwa yang tidak membayar anaknya gak dibagi buku lapor, makanya saya tetap membayarnya, meskipun terasa berat,” keluhnya, Selasa (30/6/2020).

Ia juga mengaku, bahwa dirinya takut akan tekanan yang kerap diberikan pihak komite. Karenanya, ia dan semua wali murid tetap melunasinya meskipun pungutan tersebut terkesan janggal.

“Karena kita orang bodoh, mudah di takut-takuti. Makanya kita mau gak mau ya harus bayar. Pokoknya kita harus setuju dan melunasi pungutan itu,” Imbuhnya.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan Kepala SMN 9 Pesawaran dan Ketua Komite sekolah setempat, Gofur belum dapat dikonfirmasi. Saat wartawan media ini hendak menemuinya disekolah, yang bersangkutan tidak berada ditempat. (Ryn)

 725 kali dilihat,  12 kali dilihat hari ini

banner 468x60