Ketua DPRD Pesawaran : Tangkap Pelaku Penutupan Jalan Pantai Sari Ringgung

  • Whatsapp

TELUK PANDAN – Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran bersama pedagang kecil RT/RW 002/001 Dusun Ringgung Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, inspeksi mendadak (sidak) lokasi akses jalan menuju pantai Sari Ringgung yang ditutup oleh oknum tidak bertanggungjawab, Jum’at (10/7/2020).

Penutupan akses jalan menuju pantai Sari Ringgung diduga dilakukan oleh oknum bernama Anton dengan membangun pagar beton dan urugan tanah dinilai telah melanggar hukum karena merusak tatanan pariwisata pantai yang juga merupakan aset negara.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran M. Nasir yang memimpin sidak ke lokasi penutupan akses jalan tersebut mengatakan kepada media-baru.com bahwa,
“oknum warga yang sewenang-wenang harus dipidanakan, apalagi telah merusak aset negara dengan membongkar jalan yang dibangun APBD. Yang dibutuhkan sekarang adalah langkah nyata pemimpin dan pihak kepolisian untuk membuat kebijakan, karena mereka sudah dilengkapi dengan kewenangan yang diatur UU. Jangan biarkan orang sewenang-wenang apalagi merugikan banyak orang. Bongkar dan tangkap pelakunya,” tegas Nasir didampingi seluruh anggota DPRD Kabupaten Pesawaran.

Nasir melanjutkan bahwa pihaknya meminta peran aktif Pemerintah Daerah (Pemda) yakni Bupati agar bersikap tegas dan segera membongkar pagar beton yang menutup akses jalan tersebut karena menyengsarakan para pedagang kecil di tempat wisata tersebut lantaran tidak bisa berjualan lagi. “Harapan kami, Pemda segera membongkar pagar tersebut dan permasalahan ini akan kita adukan ke Gubernur dan Presiden. Karena sudah merusak tatanan kepariwisataan, maka harapan saya Bupati bisa menyelesaikan hal ini, negara tidak boleh tunduk terhadap kepentingan pribadi. Kalau kita lihat garis sempadan pantai 100 meter dari bibir pantai, maka tidak boleh di sertifikatkan karena milik negara,” jelas Nasir.

Nasir menghimbau, kepada masyarakat dan 300 pedagang pantai Sari Ringgung agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Solusi terbaik adalah membuka akses jalan seperti biasa, sambil menunggu keputusan pengadilan. Saya harap masyarakat tenang dan jangan terprovokasi, kami selaku wakil rakyat dan 45 anggota dewan datang ke sini karena simpati kepada masyarakat, tidak hanya komisi. Kami akan segera mengambil langkah,” ungkap Nasir.

Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo yang turut hadir ke lokasi mengatakan bahwa pihaknya siap memonitor dan melakukan pengamanan lokasi sengketa hingga muncul putusan inkracht dari pengadilan setempat. “Kami siap monitor, bisa dari Polsek atau Polres yang sifatnya mobile untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Vero.

Vero juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis dan menyerahkan persoalan itu ke pengadilan, “Ini gugatan perdata, kita imbau kepada warga untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan melawan hukum sehingga muncul persoalan baru, saya minta warga untuk menunggu hasilnya seperti apa, jangan melakukan tindakan yang justru merugikan diri sendiri,” tegas Vero.

Berdasarkan pantauan di lapangan, ada tiga titik akses menuju pantai Sari Ringgung yang ditutup yaitu bagian depan tembok beton, bagian tengah dengan urugan tanah dan bagian belakang ditutup panel beton.

Sidak lokasi sendiri merupakan hasil tindak lanjut aksi demonstrasi pedagang pada tanggal 7 Juli 2020 lalu di kantor DPRD Kabupaten Pesawaran, yang mana Anggota DPRD berjanji akan menggelar sidak pada hari Jum’at ini. (Ryn/Ksd/Red.)

 724 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60