Diduga! Kepsek SMP N 9 Pesawaran Mark up Dana Bos Tahun 2019-2020

  • Whatsapp

WAY KHILAU – Kuat dugaan oknum Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran Yusniar, telah melakukan penggelembungan dana BOS tahun 2019 sampai dengan tahun 2020.

Dugaan itu mengarah pada pengadaan buku perpustakaan sebanyak 2.115 eksemplar untuk siswa senilai Rp. 69.423.100,- yang dianggarkan pada triwulan kedua, pembayaran layanan dan jasa senilai Rp. 23.674.932,- kegiatan pembelajaran ekstrakurikuler siswa senilai Rp. 85.361.000,- dan pembayaran honor guru senilai Rp. 43.200.00,-.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dari hasil keterangan salah satu pengurus perpustakaan, yang berhasil di konfirmasi oleh media-baru.com bersama LSM LIRA dan media Jejak Kasus, dia menerangkan bahwa benar adanya di tahun 2019 ada pengadaan buku, “tapi jumlah berapa nya saya tidak tahu, kalau jumlah buku yang ada di perpustakaan saat ini sekitar 1000 eksemplar, mungkin lebih tapi itu dari tahun-tahun sebelum nya juga,” Jelasnya.

Ketika kami menyakan kembali tentang honor guru, dia hanya menjawab “ya guru-guru honor itu banyak mengeluh,” imbuh nya.

Hal ini diperkuat ketika awak media mengkonfirmasi kepada beberapa guru honor yang jumlah keseluruhan ada 20 orang, yang salah satunya adalah staf TU membenarkan bahwa honorarium untuk guru honorer cuma Rp. 350.000,- per bulan, “tapi kalau guru yang ada mata pelajarannya hitungannya per jam,”

Dan ketika kami lanjutkan konfirmasi kepada guru honorer yang sudah bersertifikasi, dirinya menyatakan tidak dianggarkan di dana BOS dengan dalih sudah sertifikasi dan tidak ada guru honorer yang mengajar lebih dari 20 jam.

Yang lebih signifikan lagi, pembayaran honorarium untuk guru honorer di tahun 2020 jumlahnya sangatlah fantastis dengan nilai Rp. 36.160.000,- dalam 4 bulan, bila dibandingkan dengan tahun 2019 pembayaran guru honorer senilai Rp. 10.200.000,- dalam 3 bulan dan ditemukan adanya kegiatan administrasi sekolah selama 4 bulan dengan jumlah nilai yang tak kalah luar biasa besar yaitu Rp. 31.149.000,-.

Ketika awak media-baru.com bersama LSM LIRA dan media Jejak Kasus ingin mengkonfirmasi kebenaran kabar ini secara langsung kepada Yusniar selaku Kepala Sekolah, dirinya selalu menghindar.

Bahkan nomor telepon awak media-baru.com di blokir oleh yusniar dan para dewan guru pun tekesan menutup-nutupi ihwal keberadaan Kepala Sekolah. (Ryn/Red.)

 1,020 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60