Pembegalan di Sidorahayu ‘Cuma Ucapan Spontanitas’

  • Whatsapp

SIDO MULYO – Bak drama epik, Kasus pembegalan di Dusun Sidorahayu Desa Sidoharjo Kecamatan Way Panji Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), berakhir anti klimaks. Pasalnya, dari hasil penyelidikan aparat Kepolisian, kasus pembegalan tersebut cuma isapan jempol belaka.

Mewakili Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sido Mulyo Iptu Hengky Darmawan SH.,MH, Kepala Unit Reserse dan Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Sido Mulyo Aipda Suroso, menerangkan secara gamblang kepada media-baru.com ihwal kronologis peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dari hasil penyelidikan intens tim Reskrim Polsek Sidomulyo dipimpin Aipda Suroso, yang terjun langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan keterangan beberapa saksi, bukti-bukti dan yang terakhir adalah meminta keterangan korban.

Tim Reskrim mencium, ada yang ganjil dengan rangkaian peristiwa dan keterangan korban yakni Juwardi warga Desa Pulau Jaya Kecamatan Palas Lamsel tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan serta mendapat desakan pihak keluarga, barulah Juwardi mengakui bahwa kejadian tersebut adalah spontanitas ucapan yang keluar dari mulutnya alias tidak ada kejadian pembegalan.

“Murni bukan rekayasa kasus, disebabkan pikiran kalut yang bersangkutan,” ucap Suroso singkat.

Lalu, bagaimana awal mula cerita Juwardi melontarkan kasus pembegalan itu? berawal dari meninggalnya almarhum mbah Rus yang belum genap 100 hari, yang tak lain adalah ibundanya. Belum pula sempat hilang kesedihan, ia mengalami penipuan pinjaman online (pinjol), yang akhir-akhir ini memang sedang hits di masyarakat. tak tanggung-tanggung, ia harus menanggung rugi sebesar 18 juta rupiah dari aksi penipu online tersebut.

Singkat cerita, Juwardi pada Jum’at pagi (17/7/2020) yang berencana pergi ke Patok mengajak putranya untuk mencairkan pinjaman online, guna mengangsur pembayaran KUR BRI Unit Patok, pikirannya sontak menjadi kalut mengetahui kabar bahwa pinjaman online tersebut adalah bodong alias modus penipuan.

Ditengah pikiran kalut dan kondisi fisik yang sakit, tiba-tiba saja ia jatuh pingsan di tengah areal persawahan Sidorahayu. Tak berselang lama, ada warga melintas memberikan pertolongan dan ketika ditanya warga yang menolong inilah ia spontan melontarkan jawaban adalah korban pembegalan serta uangnya raib puluhan juta.

“Bahwa korban sampai saat ini belum melaporkan kejadian ke Polsek Sidomulyo dan berdasarkan hasil penyelidikan tim Reskrim di lapangan, maka secara resmi kasus pembegalan ini dinyatakan tidak ada dan ditutup, ” pungkas Suroso.

Seperti yang diberitakan media-baru.com, bahwa telah terjadi kasus pembegalan pada hari Jum’at pagi (17/7/2020) di Sidorahayu, namun ternyata kejadian tersebut hanyalah bentuk ucapan spontanitas semata. (Han)

 919 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60