Efek Jera! Gubuk Perambah Hutan Lindung Dimusnahkan

  • Whatsapp

PESAWARAN – Minimnya anggaran dan jumlah personil polisi hutan tidak menyurutkan semangat
UPTD HPHK Tahura Wan Abdul Rachman (WAR) dalam mengamankan hutan register 19 Gunung Betung.

Dipimpin oleh Kepala UPTD KPHK Tahura WAR Eny Puspasari S.Hut, M.Si, bersama tim tahura yang terdiri dari Kepala Seksi, Staf, Penyuluh, polisi hutan dan Mitra KPH serta Yayasan Konservasi Lingkungan Hidup Lintang Tahura, melakukan patroli pengamanan dan perlindungan hutan di register 19 Gunung Betung, Kamis (23/7/2020).

Bacaan Lainnya

Kawasan tahura WAR sendiri sudah dibagi-bagi kedalam 6 blok yakni blok perlindungan, pemanfaatan, koleksi, tradisional, rehabilitasi dan blok husus. Pada blok perlindungan inilah menjadi yang terpenting, karena merupakan sumber mata air bagi daerah sekitarnya yang harus terus dijaga kelestariannya.

Dalam kegiatan patroli rutin dan pengamanan hutan kali ini, dan dilaksanakan sampai dengan Talang Riau yang merupakan blok perlindungan. Disinilah lokasi ditemukan 4 gubug dan lahan yang sudah ditanam kopi oleh perambah hutan ilegal.

Padahal sebelumnya, para perambah tersebut sudah beberapa kali diberikan teguran dan peringatan untuk tidak melakukan kegiatan di Talang Riau yang merupakan blok perlindungan, akan tetapi peringatan itu tidak diindahkan sama sekali.

Sehingga tim memutuskan, dilakukan aksi tegas terukur berupa pembakaran gubug dan pemusnahan terhadap tanaman kopi para perambah hutan, serta melakukan pembongkaran jembatan-jembatan kecil yang digunakan para perambah sebagai akses penghubung ke lahan garap tersebut.

Tim berharap, aksi ini dapat memberikan efek jera bagi para perambah di blok perlindungan tahura WAR dan dapat mempertahankan kelestarian hutan register 19 Gunung Betung. Yang pada akhirnya, kelangsungan sumber mata air bagi Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran tetap terjaga kelestariannya. (Ryn/Red)