LPI Lampung : Usir Wartawan, BPN Lamsel ‘Anti Demokrasi!’

  • Whatsapp

BANDAR LAMPUNG – Pekan lalu tepatnya Kamis 23 Juli 2020, telah terjadi suatu peristiwa yang menciderai proses demokrasi di Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Pada hari itu di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Lampung selatan (Lamsel), sedang ada agenda mediasi antara BPN Lamsel dengan warga yang mempertanyakan persoalan tanah pasar Bumi Restu Kecamatan Palas yang di klaim oleh oknum disana, kemudian itu dianggap warga ada kejanggalan dalam proses penerbitan sertifikat tersebut.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Mendengar info tersebut, beberapa kawan-kawan pers yang ada di Lamsel segera hadir untuk meliput pertemuan tersebut, tapi kemudian saat dua orang wartawan tiba disana mereka bukan hanya saja tidak boleh melakukan peliputan peristiwa tersebut, tapi yang lebih ironisnya lagi malah mendapatkan pengusiran yang dilakukan oleh pihak BPN Lamsel.

Jelas hal ini sudah menciderai proses demokrasi, karena pers itu sendiri merupakan pilar keempat demokrasi yang bertujuan menjaga marwah dan kualitas demokrasi di republik ini.

Sikap pengusiran wartawan oleh pihak BPN Lamsel disayangkan ketua Liga Pemuda Indonesia (LPI) Provinsi Lampung Lamen Hendra Saputra, SH. Kepada media-baru.com ia menumpahkan keresahannya, Kamis (30/7/2020), “persoalan ini sudah jelas bentuk sikap anti demokrasi dan tidak dapat di biarkan karena akan berimbas buruk pada keberlangsungan proses demokrasi di Lamsel khususnya,” ucap Lamen berapi-api.

Ia melanjutkan, bahwa “Kami Liga Pemuda Indonesia (LPI) Provinsi Lampung mengutuk keras perlakuan pihak BPN yang menunjukan sikap arogansi dengan mengusir rekan-rekan media tersebut, dan kami juga sudah berkomunikasi dengan teman-teman Komunitas Jurnalis Harian Lampung selatan (KJHLS),” tutur Lamen.

Lamen tak habis pikir, karena KJHLS menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah meminta kepada pihak BPN untuk menyampaikan Permohonan maaf secara terbuka, akan tapi belum juga ada respon yang positif dari pihak BPN.

Lamen menegaskan, jika dalam waktu dekat ini tidak ada juga itikad baik yang ditunjukan dari pihak BPN, “dalam waktu dekat teman-teman wartawan di Lamsel akan melakukan aksi massa mengecam tindakan pemberangusan demokrasi oleh pihak BPN Lamsel dan LPI Provinsi Lampung akan bersolidaritas memberi dukungan penuh,” pungkasnya mengakhiri. (Han)

 306 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60

Tinggalkan Balasan