Lapor Pak Kapolres..!!! Ada Yang Mengaku Rampok, Resahkan Warga Sukajaya Lempasing

  • Whatsapp

TELUK PANDAN – Aparatur Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, diduga kerap melakukan pungutan liar (pungli) terkait pembuatan dokumen kependudukan.

Bersarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat setempat, Kasi Pemerintahan, Ani kerap memungut biaya pembuatan dokumen kependudukan dengan nominal tidak wajar. Contohnya, saat warga hendak membuat KK dan Akte Lahir, Ani meminta biaya sebesar Rp. 400 ribu, dengan rincian Rp. 200 ribu per lembar.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Lebih mirisnya, ketika dugaan pungli tersebut hendak dikonfirmasi oleh tokoh masyarakat dan awak media kepada yang bersangkutan, Ketua RT 04, Sahrudin yang merupakan suami dari Ani, justru mengungkapkan hal mengejutkan dengan membeberkan pekerjaan sampingannya. Ia mengaku dirinya adalah seorang rampok, yang selalu beraksi di luar daerah.

Hal tersebut diketahui media-baru.com, saat ditemui Wakil Ketua DPD GML Pesawaran, Isbah Cholib, Sabtu (1/8/2020). Menurut cerita Isbah, RT Sahrudin secara blak-blakan mengaku dirinya adalah seorang rampok.

Secara sengaja, Isbah dan rekannya merekam pembicaraan Sahrudin dan istri, yang menemui Isbah dirumahnya Jum’at (31/7/2020). Didalam alat perekam suara itu, Sahrudin mengungkap pekerjaan sampinganny, seraya bertujuan menakut-nakuti awak media dan perwakilan masyarakat agar mempertimpangkan soal dugaan kasus pungli istrinya.

“Jadi itu semua terserah kalian tentang masalah ini (Pungli, red). Yang jelas, pekerjaan saya sudah saya ceritakan kepada kalian,” kata Sahrudin didalam rekaman yang didengar oleh media-baru.com.

Sahrudin juga mengatakan, bahwa sebenarnya hari itu ia telah ditunggu rekan-rekannya untuk kembali beraksi di luar daerah.

“Sebetulnya saya hari ini berangkat, di tunggu teman teman. Tapi karna ada masalah ini (Pungli, red) jadi terpaksa saya tidak berangkat. Saya kadang setengah bulan sekali baru pulang. Saya mainnya di luar kota ngerampoknya,” ungkapnya lagi, seraya kebal hukum.

Dengan keterangan Sahrudin tersebut, Tokoh Masyarakat setempat yang juga merupakan Wakil Ketua DPD GML Pesawaran, Isbah Cholib merasa resah.

“Artinya, selama ini kami memiliki Ketua RT seorang rampok. Hal ini jelas akan mengundang hal-hal tidak baik kedepannya. Itu adalah pekerjaannya, yang memang merupakan tindak pidana kriminal,” Ujar Isbah.

Ia berharap, warga lainnya tidak dibuat resah oleh intimidasi dari Ketua RT tersebut, dengan bahasa rampok sebagai pekerjaan sampingannya.

“Kalau saya mungkin masih bisa untuk tidak merasa takut atau resah, tapi kalau warga lainnya bisa ketakutan. Dan semua intimidasi dari suami Aparat Desa itu bisa masuk ke warga. Yang pasti ini sangat meresahkan,” Tukasnya. (Ryn)

 612 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

banner 468x60