Masih Jadi Idola, Wisata Kebun Jeruk Ramai Pengunjung

  • Whatsapp

PALAS – Wisata kebun jeruk yang berada di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Palas, Lampung Selatan terus mengundang antusias wisatawan.

Dengan membawa keluarga, mereka berbondong-bondong mengunjungi seluruh lokasi wisata kebun jeruk di desa itu. Pengunjung rata-rata berasal dari luar Desa Tanjung Sari bahkan dari luar Kecamatan Palas.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Cukup murah untuk bisa masuk ke wisata kebun jeruk ini, pengunjung hanya perlu mengeluarkan 5 ribu rupiah saja, sudah bisa menikmati buah jeruk yang dipetik langsung dari batangnya.

Dengan uang Rp.5 ribu tersebut, pengunjung dapat memakan buah jeruk sepuasnya selama masih berada di lokasi wisata. Namun, ketika hendak membawa pulang, para pemilik wisata memberikan harga Rp. 8 ribu per kilogram.

Tidak hanya berwisata saja, pengunjung juga dapat belajar tentang bagaimana cara penanaman, perawatan hingga pemanenan buah jeruk bersama pemilik kebun disana.

Penjaga loket, Yuni (25), mengatakan, bagi pengunjung yang masuk tidak diperkenankan memasukan jeruk kedalam tas. “Yang digratiskan adalah yang dimakan, sepuasnya hanya Rp5 ribu. Jadi tidak dibolehkan untuk di masukan dalam botol atau tas,” Ujarnya.

Pemilik kebun jeruk, Sarno

Ditempat yang sama, Sarno (36) pemilik kebun mengaku, dirinya membuka wisata kebun jeruk baru dua hari terakhir ini. Sehingga, ia berfikiran untuk membuka untuk pengunjung bebas memetik jeruk dari pohonnya.

“Selain itu, jika ada yang bertanya tentang bagaimana cara pertanian buah jeruk ya kita beritahu juga. Dari mulai penanaman, perawatan hingga pemanenan,” ucapnya.

Salah seorang pengunjung dari Kalianda, Rika.

Dikonfirmasi terpisah, Rika (30) salah seorang pengunjung dari Kecamatan Kalianda mengatakan, dirinya tertarik ke lokasi wisata lantaran penasaran dengan kabar yang tengah viral di media sosial.

“Iya, penasaran aja karna sudah viral. Jadi pengen tau langsung aja,” Kata Rika yang mengajak anggota keluarganya.

Sementara, Kepala Dusun 3 Desa Tanjung Sari, Budi Armadi mengatakan, di desa setempat terdapat lebih dari 50 bidang milik warga yang ditanami buah jeruk. Tetapi, yang dibuka sebagai lokasi wisata terdapat sekitar 10 lokasi bidang.

“Sejak dibukanya wisata ini, dampak positif juga dirasakan masyarakat. aitu berupa peningkatan pertumbuhan ekonomi warga. Karna bisa menyerap tenaga kerja juga,” kata Budi. (Doy)

 492 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

banner 468x60

Tinggalkan Balasan