Menginspirasi! Toko Angga ‘dari TKI jadi Pengusaha Grosir’

  • Whatsapp

PALAS – Tak terasa delapan tahun silam berlalu, Angga Susilo (28) dan sang istri Lindasari (26) warga Desa Bumi Restu Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Selatan (Lamsel), boleh dikatakan menjadi sosok inspiratif karena kisahnya berangkat dari Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menjadi entrepreneur (pengusaha) yang terbilang sukses.

Ditemuai di sela-sela kesibukan mengurusi usaha toko grosir, Angga begitu sapaan akrabnya bercerita panjang lebar jatuh bangun membangun usaha yang ia tekuni kini bersama sang istri, Selasa malam (12/8/2020).

Bacaan Lainnya

Berawal dari kisah keberangkatan menjadi TKI di Taiwan pada tahun 2012, Angga yang kala itu bekerja pada salah satu industri besar menjalani hari demi hari dengan rutinitas yang sama alias monoton tak kurang dari enam tahun.

Jiwa tekun dan pekerja keras seorang Angga ditempatnya bekerja, ternyata mencuri simpati dan perhatian pekerja wanita disana, adalah Lindasari yang kepincut dengan pembawaan Angga yang low profile dan nggak neko-neko.

Bak gayung bersambut, singkat cerita mereka terlibat cinta lokasi yang berlanjut ke pemufakatan cinta untuk membina mahligai rumah tangga, dan akhirnya pada tahun 2018 mereka memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di Lamsel, selang dua bulan kemudian sekitaran Juni digelar lah resepsi pernikahan.

Bibit usaha dalam diri Angga yang di pupuk oleh istri lambat laun membulatkan tekad mereka untuk merintis sebuah usaha toko sembako kecil-kecilan, berbekal pesangon selama menjadi TKI tepatnya 31 Januari 2019 dibukalah toko sembako berlokasi persis pinggir jalan utama Desa Bumi Restu.

Hanya perlu satu tahun setengah, mereka berhasil mengembangkan usaha toko dari skala kecil menjadi toko grosir sembako dengan pelanggan yang tak sedikit, “Alhamdulillah proses tidak mengingkari hasil mas,” ujar Angga kepada media-baru.com.

Sekarang, selain menyediakan sembako mereka pun mulai melirik usaha makanan ringan rumahan yang ada di Bumi Restu, tampak berjejer rapi di rak pajangan kripik pisang, sale pisang dan klanting yang merupakan produk asli buah karya warga desa tersebut.

Sungguh suatu hal yang membanggakan dan patut diberdayakan mengingat lesunya ekonomi saat ini, sudah barang tentu usaha UMKM bisa menjadi alternatif menggerakan roda perekonomian karena sudah terbukti tahan banting di tengah pandemi covid-19.

Buah hasil dari kerja keras, pantang menyerah dan peka akan produk lokal telah mengantarkan toko grosir Angga dari usaha kecil-kecilan yang kini beromset puluhan juta per bulannya. Bahkan, mampu menyerap tenaga kerja lokal sebanyak lima orang.

“Dibalik pria sukses, ada wanita hebat yang setia mendukung lahir batin,” ujar sang istri Linda menutup pembicaraan. (Han)

 2,561 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini