Terindikasi KKN, Ketua Bumdes Artha Jaya “Buang Badan”

  • Whatsapp

GADING REJO – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Artha Jaya Desa Yogyakarta Selatan Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu, yang diketuai oleh Sri Indra Sukoco diduga tidak transparan.

Bahkan dalam pengelolaannya, pengurus BUMDes terindikasi melakukan praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) pada kegiatan usahanya.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Berdasarkan hasil investigasi tim media-baru.com, toko bangunan yang tak lain adalah unit usaha milik Bumdes Artha Jaya tersebut tampak ganjil dan tak seperti toko bangunan pada umumnya.

Apa sebab, Bumdes Artha Jaya yang mendapat alokasi modal bersumber dari Dana Desa (DD) pada Tahun Anggaran 2019 sekitar seratus dua puluh juta rupiah dan dicairkan dalam tiga tahap tersebut kondisinya sangat kontras.

Berbagai macam alat bangunan yang tersedia di toko bangunan tersebut jumlahnya minim. Bahkan, diduga tidak sesuai dengan besaran nilai penyertaan modal usaha dari anggaran DD yang terbilang fantastis.

Terlebih, bahan bangunan yang menjadi objek jualan, tidak semuanya berada di toko bangunan tersebut. Dugaan praktik KKN pun menyeruak dan tertuju kepada ketua Bumdes Artha Jaya, Sri Indra Sukoco.

Ketika media ini mencoba mengkonfirmasiĀ  ketua Bumdes via Whatsapp, Sri Indra Sukoco sepertinya pelit komentar. Meski terdapat beberapa pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, ia hanya menjawab singkat yang seolah buang badan. “tanya saja ke pendamping,” singkatnya.

Lebih janggalnya lagi, usai dikonfirmasi mengenai dugaan praktik KKN dalam pengelolaan Bumdes, nomor teleponĀ  wartawan media-baru.com langsung di blokir oleh Sri Indra Sukoco. (Ryn/Han)

 196 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60