Enggan Terbuka, Dicky Diduga Tutupi Realisasi Serapan DAK Pendidikan

  • Whatsapp

KALIANDA – Dinas Pendidikan Lampung Selatan (Lamsel) diduga menutup-nutupi realisasi serapan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) di kabupaten Khagom Mufakat.

Padahal, berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 141 Tahun 2018 Tentang Petunjuk Tekhnis Dana Alokasi Khusus Fisik pada poin 1.4.5 Tugas dan Tanggung Jawab jelas di atur bahwa, Dinas Pendidikan memiliki tanggung jawab penuh atas keberhasilan pelaksanaan DAK fisik sekolah.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Namun sayangnya, Disdik Lamsel justru seolah tak serius mengenai hal tersebut. Hal ini dibuktikan ketika media-baru.com mencoba mengkonfirmasi progres realisasi serapan anggaran dan pelaksanaan DAK Fisik pendidikan di Lamsel, kepada Kepala Bidang Bina Program, Dicky Yurici, Senin siang tadi (24/8/2020).

“Ngga ada datanya, kan masih berjalan realisasinya,” kilah Dicky enggan terbuka soal serapan anggaran DAK fisik pendidikan.

“Progres diatas 20 persen. Ini kan serapannya ada tiga tahap. Tahap pertama 25 persen, sudah. Ini masih on process pengajuan tahap dua 45 persen,” lanjut Dicky yang masih enggan merinci realisasi serapan anggarannya.

Terlebih, saat ditanya mengenai jumlah keseluruhan anggaran DAK yang digelontorkan ke Kabupaten Serambi Sumatera ini. Bahkan, ia hanya mengira-ngira tentang jumlah anggaran tersebut.

“Lupa saya. Kurang lebih sekitar 40 M lah kurang lebih. Eh, 39-an M lah,” ungkap Dicky berkelit.

Saat media ini mencoba mengkonfirmasi hal lain mengenai pengawasan tentang kualitas pembangunan sekolah yang dibiayai DAK, Dicky seolah terburu-buru dan sebisanya menyudahi perbincangan.

Sementara, berdasarkan informasi yang dihimpun media-baru.com dari berbagai sumber, Dinas Pendidikan Lamsel tahun 2020 ini melaksanakan pengerjaan sebanyak 181 paket, dari anggaran DAK.

Realisasinya, yakni secara swakelola oleh pihak sekolah. Baik di Sekolah Dasar (SD) ataupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ratusan paket itu, dibagi kedalam beberapa kegiatan, yakni diantaranya rehabilitasi jamban dan perpustakaan. Sementara, yang mendominasi adalah rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB).

Untuk diketahui, DAK fisik Lamsel tahun 2020 ini totalnya mencapai Rp167.882.004.000. Sementara untuk kegiatan non fisik, nilainya sebesar Rp217.486.272.000. Jumlah anggaran tersebut tersebar disemua OPD yang ada dilingkup Pemkab Lamsel. (Han)

 58 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60