Diduga Gelembungkan Dana BOS, Kepsek SDN 18 Way Khilau ‘Menghindar’

  • Whatsapp

WAY KHILAU – Oknum Kepala Sekolah SD Negeri 18 Way Khilau Kabupaten Pesawaran Desmita, diduga telah melakukan penggelembungan dana BOS tahun anggaran 2020 tahap pertama dan tidak transparan tentang pembangunan rehab perpustakaan.

Berdasarkan penelusuran lapangan oleh awak media-baru.com, Kamis (27/8/2020). Dugaan penggelembungan mengarah pada kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler senilai Rp. 4,4 juta, yang telah dianggarkan pada tahap pertama tahun 2020. Serta kejanggalan pembayaran honorarium guru senilai Rp. 10.433.000,- sedangkan jumlah guru honorer di sekolah tersebut hanya ada lima orang, itupun termasuk penjaga sekolah.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dari keterangan salah satu dewan guru yang enggan namanya dipublikasi, kegiatan pembelajaran ekstrakulikuler ditiadakan karena masih dalam masa pandemi covid-19. “Cukup ya,” ujarnya.

Lebih janggalnya, saat media-baru.com mencoba mengkonfirmasi kepada Ketua Komite Sekolah Yubi, melalui aplikasi percakapan Whatsapp, ia justru mengaku tidak terlibat dalam segala kegiatan pembangunan disekolah.

“Saya tidak tahu dan tidak dilibatkan. Saya juga tidak tahu sudah cair apa belum dana rehab tersebut, karena saya tidak pernah tanda tangan,”kata Yubi, seraya menyatakan bahwa hubungan antara komite dan pihak sekolah kurang harmonis.

Sementara, saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Sekolah SDN 18 Way Khilau, Desmita layaknya alergi dengan wartawan. Saat wartawan berupaya menemuinya di kediamannya, yang bersangkutan tidak berada di tempat, seperti sengaja menghindari wartawan.

Kemudian, saat dihubungi via telepon seluler oleh suami Desmita. Bahkan, Desmita melontarkan kata-kata yang kurang etis saat menjawab telepon dari suaminya itu, yang menyampaikan bahwa dirinya ditunggu oleh wartawan dirumahnya.

“Khadu-khadu pai wartawan kemena”, kata Desmita, menggunakan bahasa daerah Lampung, di sambungan telepon yang sengaja di loudspeaker.

Malahan, sang suami memberikan keterangan bahwa masalah rehab gedung perpustakan dikelola oleh Jamhari selaku koordinator kecamatan. Dikarenakan sang istri baru menjabat sebagai kepala sekolah di SDN 18 Way Khilau.

Ketika awak media ke kediaman Koordinator Kecamatan Jamhari, hanya anaknya yang berhasil ditemui dan memberikan keterangan bahwa bapak tidak ada di kediaman karena sedang berada di Bandar Lampung. (Ryn/Han/Red)

 893 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60