Arogan! Pejuang Tanah Adat Dijemput Paksa Polisi

  • Whatsapp

BANDAR LAMPUNG – Pejuang wilayah adat yang juga Ketua Komunitas Adat Laman Kinipan Effendi Buhing, diduga dikriminalisasi oleh aparat kepolisian Polisi Daerah (Polda) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Effendi dijemput paksa oleh aparat kepolisian Polda Kalteng dirumahnya yang terletak di Desa Kinipan, Kecamatan Batang Kawa, Kabupaten Lamandau, Rabu siang (26/8/200).

Bacaan Lainnya

Berdasarkan rilis yang diterima meja redaksi, penjemputan paksa salah satu aktivis komunitas adat sangat kontras dengan perayaan HUT ke-75 RI, adalah ‘kado’ pahit yang lagi-lagi harus diterima oleh rakyat Indonesia, khususnya bagi para pejuang tanah adat.

“Dalam video yang dikirimkan warga kepada kami, saudara Effendi Buhing sempat menolak ditangkap oleh aparat kepolisian,” ujar ketua Pusat Pergerakan Rakyat Lampung (PPRL) Andri Meirdyan Syarif.

Ia melanjutkan, bahwa Effendi menolak dibawa polisi karena tidak jelas dalam perkara apa dia ditangkap. Malahan, dia merasa belum pernah sama sekali menerima surat pemanggilan maupun pemeriksaan sebagai saksi.

“Miris, Effendi tetap ditangkap dengan diseret oleh polisi bersenjata laras panjang dari dalam rumahnya menuju mobil hitam milik polisi,” ucap Andri bernada geram.

Diduga, penangkapan paksa ini berkaitan dengan gencarnya aksi penolakan yang dilakukan oleh masyarakat adat Laman Kinipan atas rencana perluasan kebun sawit milik PT. Sawit Mandiri Lestari (SML). Padahal, masyarakat adat Laman Kinipan lah yang memiliki lahan tersebut selaku pembabat hutan.

Sebelum kejadian penangkapan, ekskalasi kekerasan bahkan teror dan berbagai macam cara intimidasi harus diterima oleh masyarakat adat Laman Kinipan. Mulai dari penebangan hutan, penggusuran lahan, upaya mengkriminalisasi kepala desa bahkan hingga penangkapan salah seorang warga bernama Riswan.

Maka, dengan ini kami menyatakan mendukung perjuangan Koalisi Keadilan untuk Kinipan, dengan pernyataan sikap :
1.Mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian dari Polda Kalteng, atas penangkapan saudara Effendi Buhing dirumahnya pada hari Rabu (26/8/2020),
2.Hentikan upaya kriminalisasi terhadap tetua, tokoh masyarakat adat dan pejuang lingkungan yang memperjuangkan hak hutan, wilayah adat dan ruang hidup mereka dari ancaman alih fungsi kawasan oleh PT. Sawit Mandiri Lestari,
3.Mendesak agar Pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap ijin PT. Sawit Mandiri Lestari yang beroperasi di wilayah adat Kinipan. (rls/han)