KUPT Puskesmas Rajabasa Bantah Cueki Pasien

  • Whatsapp

RAJABASA – Soal adanya isu pasien yang tidak mendapat pelayanan dan terkesan dicueki, UPT Puskesmas Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel) sepertinya mulai bergeming.

Siang tadi, Senin (31/8/2020), Kepala UPT Puskesmas Rajabasa Khilmia dan beberapa jajarannya mengunjungi kediaman pasien, Rohani yang berada di Desa Batu Balak.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Tujuannya, yakni melakukan klarifikasi atas peristiwa dua hari lalu, sehingga pihak keluarga pasien menyangka bahwa tidak mendapatkan pelayanan yang baik dari pihak UPT Puskesmas.

Mia, sapaan akarab Khilmia, juga menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga pasien atas kesalahpahaman yang terjadi. Peristiwa itu, juga menjadi pembelajaran baru bagi seluruh jajaran tenaga kesehatan yang bertugas di UPT Puskesmas Rajabasa.

Kepala UPT Puskesmas Rajabasa, Khilmia dan stafnya saat berkunjung ke kediaman pasien Rohani di Desa Batu Balak, Senin (31/8/2020).

“Kami sudah memohon maaf, atas terjadinya kesalahpahaman itu kepada pihak keluarga. Semoga ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk melakukan pembenahan yang lebih baik lagi kedepannya,” Tutur Kepala UPT Pusekesmas Rajabasa, Khilmia kepada wartawan.

Ia membantah, bahwa petugas telah mengabaikan dan cuek terhadap pasien yang memiliki diagnosa gejala Demam Berdarah (DBD) tersebut.

Menurutnya, ada ketidak singkronan dari kronologis yang sempat diberitakan. Menurutnya, petugas Puskesmas tidak ada sedikit maksud untuk mengabaikan dan tidak memberikan pelayanan kepada pasien Rohani.

“Kondisi tidak termasuk darurat, sebab datang ke Puskes saja masih bisa menggunakan motor dan bisa jalan. Maka itu, disarankan untuk mendaftar terlebih dahulu,” lanjut Mia seraya menjelaskan kronologisnya.

Lalu, saat pasien hendak muntah, petugas memberikan kantung plastik, agar tidak berantakan. Namun, pasien Rohani tidak mau dan kemudian berjalan kedepan Puskes yang dirasa ingin muntah diluar ruangan.

“Namun, ada kesalahpahaman dari pihak keluarga yang saat itu sedang foto copy KTP. Anaknya itu mengira ibu nya berada diluar karna tidak dilayani oleh petugas. Sehingga, mereka memutuskan untuk pergi ke Bidan,” tukasnya.

Sementara, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, kronologis tersebut tidak sejalan seperti yang diceritakan Rusdi, anak kandung pasien Rohani.

Menurutnya, pihak Puskesmas tidak melakukan penanganan dengan baik atas pasien Rohani. Padahal, Rusdi membawa ibu nya ke Puskesmas dengan harapan langsung mendapatkan penanganan.

“Tapi sampainya di puskesmas, ibu kami tidak langsung ditangani. Kami diwajibkan untuk mengisi administrasi dulu, baru ibu kami bisa di tangani,” kata Rusdi. (Doy)

 46 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60

Tinggalkan Balasan