Foto Asusila Disebar! LBH Perpukad Bela Warga Candipuro

  • Whatsapp

CANDIPURO – Lembaga Bantuan Hukum Perjuangan Pemuda untuk Keadilan (LBH PERPUKAD) Lampung, mendampingi kuasa hukum yakni korban pencemaran nama baik dan penyebaran foto asusila anak dibawah umur berinisial ZN (14) warga Way Galih, Desa Sidoasri, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Minggu (06/09/2020).

Dalam perkara ini, pihak keluarga meminta bantuan pendampingan hukum kepada LBH PERPUKAD dikarenakan pihak Keluarga korban merasa dirugikan dan dipermalukan oleh pelaku penyebaran foto asusila terhadap anaknya yang masih dibawah umur dan sedang duduk dibangku pendidikan salah satu pondok pesantren (Ponpes) di sekitar tempat tinggalnya.

Bacaan Lainnya

Ketua tim pengacara Kuasa Hukum LBH PERPUKAD Lena Baiti Rusli, SHI, Menyatakan akan membantu mendampingi dan memberikan bantuan hukum kepada pihak korban terkait Tindak Pidana UU No. 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Pasal 45 Jo 27 Ayat (1) UU RI No.19 Tahun 2016.

“Setelah mempelajari perkara ini, kita akan ambil beberapa langkah-langkah awal terkait kejadian ini yang harus kita jalankan, yakni :
1.Kami akan berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren terkait kasus tindak pidana dilingkungan ponpes, namun tidak disikapi dan diselesaikan (pembiaran).
2. Kami akan koordinasikan laporan kasus tindak pidana ke pihak kepolisian kenapa tidak ditindaklanjuti, jika memang tidak memenuhi unsur penyidikan, maka kami akan minta Surat Penghentian Penyidikan (SP3), dan,
3. Kami akan berkoordiansi dengan Dinas Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Lamsel terkait permasalahan ini.” terang Lena.

Menurut keterangan keluarga korban yang tidak ingin disebutkan idetitasnya, saat mengetahui informasi penyebaran foto asusila terhadapat keluarganya tersebut, mereka mendatangi pondok pesantren untuk menanyakan dan klaflrifikasi terkait dugaan anak muridnya yang menyebarkan foto asusila.

Namun, pihak ponpes terkesan seperti membiarkan dan menutupi serta abai terhadap masalah yang menimpa salah satu keluarganya tersebut.

“Kami sudah lebih dari satu kali datang menemui pimpinan ponpes tersebut dan dijanjikan bahwa pihak ponpes akan menyelasaikan masalah yang menimpa keluarga korban, bahkan akan datang bersama keluarga pelaku penyebaran foto asusila. Namun, hingga sampai saat ini tidak ada kehadiran dan itikad baik untuk menyelesaian ataupun permohonan maaf, dengan alasan banyak kesibukan,” ujar salah satu keluarga korban.

Ia melanjutkan, bahwa kami merasa sudah dipermalukan dan dicemarkan nama baik keluarga, hingga akhirnya kami melaporkan masalah ini ke Polres Lamsel walaupun prosesnya belum bisa berlanjut dan akhirnya kami meminta bantuan hukum kepada LBH PERPUKAD.

Orang tua korban inisial DD (60) tahun, merasa sangat malu dan terpukul serta merasa tidak ada harga diri dengan adanya kejadian yang menimpa anaknya dan keluarganya, “saya berharap agar pelaku penyebaran foto dan pencemaran nama baik keluarganya bisa ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang belaku,” tukasnya penuh harap.

Senada dengan hal itu, Direktur LBH PERPUKAD Jhony Nopiansyah, menyebut akan semaksimal mungkin memeperjuangkan dan membantu memberikan pendampingan hukum kepada keluarga korban untuk mencari keadilan dan mengembalikan nama baik keluarga, “agar pelaku penyebaran foto asusila tesebut, dapat segera diproses sesuai dengan undang-undang dan hukum yang berlaku.” ujarnya mengakhiri. (jhn/red)

 1,940 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini