Rapid Test Pegawai di Lamsel Dinilai Janggal, Ini Penjelasan Dinas Kesehatan

  • Whatsapp

KALIANDA – Rapid test massal yang dilakukan terhadap seluruh pegawai dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) diduga terdapat kejanggalan.

Yakni dalam hal hasil rapid test. Sebelum dilakukan pemeriksaan, masing-masing pegawai telah diberikan form yang berisi hasil rapid tes dengan pernyataan sehat. IgG dan IgM Non Reaktif.

Hal tersebut terungkap dari pengakuan salah seorang pegawai yang mengikuti rapid test massal beberapa waktu lalu. Ia mengaku, tes hanya formalitas.

“Hasilnya ternyata sudah disiapkan oleh pihak Dinas sebelum kita diperiksa. Jadi, pegawai di tes atau tidak hasilnya ya tetap non reaktif,” Ungkapnya seraya melarang media ini menuliskan namanya, siang tadi (7/9/2020).

Ia juga mengungkapkan, bahwa hal tersebut dilakukan kepada seluruh pegawai yang melakukan rapid test. Tak luput juga dirinya.

“Pasti semua pegawai. Bukan hanya saya. Soalnya form itu disiapkan banyak,” Tukasnya, yang seolah sangat berhati-hati saat berbicara, khawatir ada pegawai lain yang mendengar.

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Lamsel, dr. Diah Anjarini, M. Epid mengungkapkan, hal tersebut merupakan metode dari Dinas Kesehatan untuk mempersingkat waktu pelaksanaan rapid test.

“Sebab, pegawai yang mengikuti rapid test ini kan banyak. Jadi form tersebut merupakan tanda hadir, mereka tinggal mengisi nama saja. Setelah di rapid test dan hasilnya keluar, maka dalam form yang bertuliskan non reaktif dibulatin. Lalu, kemudian di cap dan saya tandatangani. Setelah itu, kertas tersebut diberikan kepada pegawai,” terangnya saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya.

Diah menambahkan, jika terdapat rapid test pegawai yang menunjukkan hasil reaktif, maka form itu ditahan dan dilakukan penindakan.

“Ya. Kalau ada pegawai yang hasilnya reaktif, form tersebut tidak kita berikan. Sebab, kita harus ambil tindakan. Contohnya, ada salah seorang pegawai yang saat di rapid test pertama hasilnya reaktif. Kemudian, kita lakukan rapid lagi hasilnya masih reaktif. Tapi, alhamdulillah saat kita test yang ke tiga kalinya hasilnya non reaktif. Nah, baru kita berikan kertas yang dimaksud tersebut,” Jelasnya.

Ia menyarankan, jika ada pegawai yang kurang puas dengan adanya rapid test masal itu. Maka, disaranka untuk melakukan rapid test yang langsung melalui hidung dan tenggorokan.

“Kalau yang kemarin, rapid test dengan mengambil sampel darah, yaitu screening virus selama 14 hari kebelakang, kita gunakan rapid anti body. Nah, kalau yang melalui tenggorokan ini adalah rapid test yang mendeteksi hari ini ada atau tidaknya virus itu ditubuh kita. Jadi, kalau ada yang kurang puas, datang saja ke Dinas Kesehatan, akan tetap kita layani,” Tutup Diah menyarankan. (Doy)

 98 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60

Tinggalkan Balasan