Rehab SDN 10 Way Khilau Terindikasi Bermasalah, Kepsek Menghilang !

  • Whatsapp

WAY KHILAU – Sekolah Dasar Negeri 10 Way Khilau mendapatkan alokasi bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, yang oleh pihak sekolah penerima digunakan untuk merehab gedung sekolah.

Sayangnya, dana pengelolaan rehab gedung sekolah tersebut tidak transparan. Terbukti, dalam proses pengerjaan proyek rehab tidak diketemukan papan informasi pekerjaan proyek di lokasi.

Bacaan Lainnya

Ditengarai proyek rehab gedung sekolah tersebut bermasalah, bahkan dinilai sembrono sejak dari proses awal perencanaan hingga pekerjaan proyek.

Ketika media-baru.com menemui Ketua Komite Sekolah Suwarno untuk dimintai keterangan, ia menyebut bahwa komite tidak pernah dilibatkan ataupun diajak musyawarah baik dalam perencanaan sampai pelaksanaan rehab gedung sekolah tersebut.

“Saya selaku ketua komite di SDN 10 Way Khilau, tidak pernah diajak musyawarah dari awal perencanaan sampai pelaksanaan. Kepala sekolah tidak pernah memberi tahu besar anggaran, bahkan saya tahu dari pihak lain bahwa anggarannya sangat besar kisaran 400 juta-an,” terang Suwarno bernada geram.

Senada dengan hal itu, anggota komite berinisial AM turut memperkuat keterangan ketua komite, ia pun mengamini tidak tahu sama sekali dan tidak pernah dilibatkan terkait rehab gedung sekolah.

“Saya tidak tau pak, saya selaku anggota komite juga tidak dilibatkan. Bahkan, sampai detik ini nama kepala sekolah pun saya tidak tau, karena saat pergantian kepala sekolah seharusnya komite di undang atau di beri tahu,” ucap AM ketus.

AM melanjutkan, yang dia tahu kepala sekolah yang sekarang ini adalah perempuan, “saya mau ikut kontrol di lapangan juga malu karena tidak pernah di libatkan,” ujarnya keheranan.

Ketika awak media melanjutkan konfirmasi kepada salah satu wali murid berinisial MJ, yang posisi rumahnya berdekatan dengan lokasi SDN 10. MJ menjelaskan bahwa masyarakat di sekitaran sekolah juga tidak ikut dilibatkan.

Lebih parah lagi, para pekerja proyek malah berasal dari luar desa, “para pekerjanya dari luar Desa Kota Jawa semua dan kualitas pekerjaannya sangat asal-asalan,” cetus MJ bernada kesal.

Dan, saat awak media mencoba mengkonfirmasi langsung kepada kepala sekolah SDN 10 Way Khilau Ros, sang kepala sekolah begitu sulit untuk ditemui baik di sekolah maupun di kediamannya.

Hal ini semakin menambah kecurigaan kami, ditambah lagi ketika usaha kami untuk menghubungi melalui telepon seluler atau whatshapp tidak pernah digubris meski statusnya sedang online.

Hingga berita ini diturunkan, sang kepala sekolah Ros sama sekali belum bisa dimintai keterangan, bak hilang ditelan bumi.(ryn/red)

 2,019 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini