Awalnya Teriak, Kini Membela Kepsek ! Ada Apa Denganmu, Ketua Komite ?

  • Whatsapp

WAY KHILAU – SDN 10 Way Khilau diketahui mendapatkan alokasi bantuan rehab gedung sekolah yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran.

Belakangan tersiar, bahwa pengelolaan alokasi dana rehab gedung sekolah tersebut terindikasi tidak transparan, mengingat plang papan informasi proyek tidak terpasang dilokasi.

Bacaan Lainnya

Bak telenovela, yang awal mulanya ketua komite SDN 10 Way Khilau Suwarno sempat berteriak lantang bahwa komite dan anggota tidak di libatkan oleh kepala sekolah dalam perencanaan hingga pelaksanaan proyek rehab. Tapi kini, sang ketua komite berbalik arah membela kepala sekolah.

“Ya, kami mengajak kepala sekolah duduk bareng untuk kegiatan rehab gedung sekolah tersebut,” ucap Suwarno tanpa rasa berdosa.

Salah satu wali murid M. Johir, mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam atas pernyataan Suwarno,
“saya sangat kecewa dengan ketua komite Suwarno, yang tadinya menjerit tidak dilibatkan tapi sekarang berbalik membela kepala sekolah,” ujarnya geram.

Kekecewaan Johir makin menjadi, tatkala ia menanyakan gambar kegiatan fisik rehab tersebut kepada suwarno, bukan jawaban malah argumentasi kosong yang diperoleh.

“Nanti saya pelajari dulu karena gambar itu belum semua,” kilah Suwarno singkat.

Tak pelak, hal itu membuat Johir beranggapan ada sesuatu yang ganjil antara kepala sekolah dan ketua komite, “karena saya selaku wali murid tidak bisa mendapatkan informasi, seolah ada yang ditutup-tutupi Ros selaku kepala sekolah dan Suwarno selaku ketua komite.”

Sangkaan semakin santer, tatkala nomor whatsapp Johir di blok oleh kepala sekolah. “Mungkin sangking saya kritisnya kepada kepala sekolah sehingga nomor WA saya pun di blokir oleh kepala sekolah tersebut.”

Johir pun mengungkapkan alasannya mengapa ia begitu kritis terhadap alokasi dana rehab tersebut, selain alokasi dana rehab tersebut sangat lah besar dan perlu diawasi, warga Desa Kota Jawa sangat peduli dan rasa memiliki akan sekolah tersebut.

Lebih mengejutkan lagi, tatkala Johir melihat langsung ke lokasi rehab gedung sekolah, kualitas pekerjaan proyek rehab tersebut terbilang buruk dan jauh dari standar kelayakan.

“Jangan sampai dana rehab gedung sekolah tersebut menjadi ajang KKN berjamaah oleh oknum tertentu, saya mewakili seluruh wali murid dan warga Desa Kota Jawa jelas tidak terima,” pungkas Johir berapi-api. (ryn/red)

 1,198 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini