Komisi III Sebut Pasar Tak ada PAD, Kepala Disperkim Lamsel “Sewot”

  • Whatsapp

KALIANDA – Komisi III DPRD Lampung Selatan (Lamsel) sepertinya mulai gerah terhadap capaian retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar

Wakil rakyat tersebut menegaskan, bahwa terdapat sejumlah pasar yang memproduksi sampah berskala besar dalam tiap harinya, namun dinilai tidak ada kontribusi untuk peningkatan PAD Lamsel.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Hal tersebut di sampaikan pada pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) tahun anggaran 2020, bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) setempat di Ruang Komisi III DPRD Lamsel, Rabu (16/9/2020).

“Yang Rp9 juta ini untuk apa.? Banyak pasar yang buka nya sampai malam. Seperti di Jati Agung itu, sampai macet. Ada PAD nya gak itu. Kalau gak ada, bubarin aja pasarnya, ” Tegas M Akyas.

Anggota dewan dari fraksi PKS tersebut juga meminta, agar dinas yang juga mengurusi seluruh urusan pasar itu untuk memberikan data konkret terkait PAD pasar, dari berbagai pos pendapatan.

“Saya minta disiapkan datannya. Termasuk juga berapa PAD semua pasar, “pintanya.

Sementara, Kepala Disperkim Lamsel, Yani menegaskan, bahwa dirinya tak terima jika pasar dianggap tidak menghasilkan PAD. Bahkan, menurut Yani, PAD pasar terbilang selalu meningkat dalam setiap tahunnya.

” PAD Pasar ada ya pak. Saya kurang setuju kalau dibilang tidak ada. Berarti kinerja kita tidak dianggap. Sebelum anggaran perubahan, PAD pasar sebesar Rp700 juta. Meningkat menjadi Rp890 juta setelah perubahan,”Ketus Yani.

Perempuan berkerudung itu menambahkan, bahwa anggaran Rp9 juta yang terdapat dalam kegiatan pasar tersebut yaitu untuk pembelian karcis parkir.

“Uang ini untuk beli karcis pak, yang nantinya juga akan menambah PAD kita, ” Sambungnya. (Doy)

 50 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60

Tinggalkan Balasan