Dugaan Pungli dan Tidak Transparan ! Disdik Pesawaran Segera Panggil Kepsek SDN 10 Way Khilau

  • Whatsapp

GEDONG TATAAN – Wali murid SDN 10 Way Khilau didampingi awak media menyambangi Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, untuk mengadukan dugaan pungutan liar (pungli) dan ketidak transparanan tata kelola dana rehab gedung sekolah setempat, Senin (21/9/2020).

Rombongan penyambung lidah aspirasi wali murid tersebut diterima langsung oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian Nasrul, mewakili Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Mengawali pembicaraan, perwakilan wali murid Zohir, membeberkan panjang lebar bahwa, “pertemuan ini merupakan tindak lanjut keluh kesah wali murid yang sampai hari ini belum ditanggapi secara serius oleh pihak SDN 10 Way Khilau,” ucap Zohir bernada serius.

Ia melanjutkan, bahwa kegamangan para wali murid bermula dari dugaan pungutan liar (pungli) senilai Rp. 100 ribu peruntukan rehab pagar sekolah dan Rp. 60 ribu guna pembelian seragam olah raga khusus kelas 2.

“Ditambah, ketidak jelasan tata kelola dana rehab gedung sekolah maupun pembangunan pagar sekolah yang dulu roboh,” imbuh Zohir bertanya-tanya.

Nasrul selaku perwakilan Dinas Pendidikan, menyimak dengan serius setiap kata demi kata keluh kesah dari wali murid. Bahkan, dirinya menyebut akan segera memanggil Kepala Sekolah SDN 10 Way Khilau berikut Koordinator Kecamatan.

Bereaksi dengan sigap, Ia pun langsung memerintahkan salah satu pegawai untuk menelepon Koordinator Kecamatan Jamhari. Tak lama berselang, Jamhari menghubungi Nasrul menyampaikan alasan bahwasannya dirinya berhalangan hadir dikarenakan sedang sakit.

“Iya, nanti kita panggil Kepsek, Korcam dan Sarprasnya. Tunggu satu dua hari ini, karena Korcam hari ini beralasan sakit. Setelah kami panggil hasilnya akan kami serahkan langsung ke pimpinan dan nanti wali murid juga kami beri tahu,” kata Nasrul berjanji.

Sempat diberitakan sebelumnya oleh media-baru.com, bahwa pungutan dana komite di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Way Khilau untuk rehabilitasi pagar sekolah yang roboh tahun 2019, terindikasi pungutan liar alias pungli.

Tempo itu, para wali murid wajib membayar pungutan komite sebesar Rp. 100 ribu per siswa diperuntukan merehabilitasi pagar sekolah yang roboh, ditambah harus membayar Rp. 60 ribu untuk kaos olah raga khusus bagi yang mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP) saja.

Wali murid yang identitasnya enggan dipublikasikan itu, menyebut bahwa pihak komite dalam melakukan pungutan dana tidak disertai dengan pemberian kwitansi ataupun bukti bayar kepada semua wali murid.

Ditambah lagi, Sekolah Dasar Negeri 10 Way Khilau mendapatkan alokasi bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, yang oleh pihak sekolah penerima digunakan untuk merehab gedung sekolah.

Sayangnya, dana pengelolaan rehab gedung sekolah tersebut tidak transparan. Terbukti, dalam proses pengerjaan proyek rehab tidak diketemukan papan informasi pekerjaan proyek di lokasi.

Kala itu, Ketua Komite Sekolah Suwarno, menyebut bahwa komite tidak pernah dilibatkan ataupun diajak musyawarah baik dalam perencanaan sampai pelaksanaan rehab gedung sekolah tersebut.

“Saya selaku ketua komite di SDN 10 Way Khilau, tidak pernah diajak musyawarah dari awal perencanaan sampai pelaksanaan. Kepala sekolah tidak pernah memberi tahu besar anggaran, bahkan saya tahu dari pihak lain bahwa anggarannya sangat besar kisaran 400 juta-an,” terang Suwarno bernada geram.

Senada dengan hal itu, anggota komite berinisial AM turut memperkuat keterangan ketua komite, ia pun mengamini tidak tahu sama sekali dan tidak pernah dilibatkan terkait rehab gedung sekolah.

Berharap, dengan turun tangannya Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran bisa menjadi oase ditengah polemik yang terjadi, demi perbaikan tata kelola dunia pendidikan yang akuntabel dan transparan di Pesawaran. Semoga. (ryn/red)

 322 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60