Pasien Covid-19 Terabaikan, Komisi III DPRD Mesuji Bakal Panggil Tim Gugus Tugas

  • Whatsapp

 

MESUJI – Gugus Tugas covid-19 Pemerintah Kabupaten Mesuji wajib memperhatikan pasien yang sudah dinyatakan positif terpapar virus covid-19.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Baik dari segi pengawasan perkembangan kesehatan, hingga dari makanan yang dikonsumsi pasien dan fasilitas penunjang kesembuhan selama pasien melakukan isolasi mandiri.

Seperti yang terjadi pada pasien 07, yang ahirnya terkesan diterlantarkan oleh tim gugus tugas, lantaran sama sekali tidak diperhatikan perkembangan kesehtaannya selama melakukan isolasi mandiri.

“Untuk itu kami dari Komisi Tiga (III) DPRD Mesuji akan segera memanggil Tim Gugus Tugas Kabupaten Mesuji dalam waktu dekat, ” Tegas Parsuki selaku Ketua Komisi (III) DPRD Mesuji pada media ini melalui via ponsel Rabu, (23/09/20).

Parsuki menilai, makanan yang dikonsumsi pasien akan memiliki pengaruh besar untuk perkembangan kesehatan pasien. Untuk itu, makanan yang dikonsumsi pasien selama menjalani isolasi mandiri perlu diperhatikan.

“Kalau makannya saja hanya sayur kangkung dan terong tentunya fisik pasien pasti akan menurun atau melemah otomatis imunitas yang ada ditubuhnya juga menurun. Harusnya fasilitas yang di terima oleh pasien covid-19 baik dia OTG ataupun bukan OTG harus memperoleh fasilitas pelayanan yang sama,” harap Parsuki.

Politisi Partai Golkar ini melanjutkan, seharusnya tidak ada pasien covid-19 yang di telantarkan oleh Tim Gugus Tugas, karena anggaran untuk itu sudah di sediakan.

“protab penanganan pasien OTG yang diisolasi mandiri yang ini saya belum mengetahui seperti apa, akan tetapi seyogyanya perlakuan harus sama, wabah virus corona covid-19 ini sudah mendunia jadi harus benar-benar diperhatikan dan ditangani dengan bersungguh-sungguh jangan terkesan Tim Gugus Tugas menyepelekan wabah ini,”tegas Parsuki.

Dalam kasus pasien 07 ini Parsuki mengungkapkan yang seyogyanya bertanggung jawab sesuai leadernya yang melakukaan penangan fasilitas dan logistik tentunya pihak BPBD yang harus mengurusi kebutuhan logistik dan fasilitas selama pasien covid 19 melakukan isolasi.

Ditempat terpisah, Olpin Saputra SH,MH Kepala BPPKAD Kabupaten Mesuji saat dimintai keterangan terkait besaran anggaran yang di peruntukkan bagi Tim Gugus Tugas yakni sebesar
Rp.39.230.000.000,00 (tiga puluh sembilan milyar dua ratus tiga puluh juta rupiah).

“Total pagu anggaran pencegahan dan penanganan covid-19 ini sudah terealisasi sebesar Rp.21.124.000,000,00 (dua puluh satu milyar seratus dua puluh empat juta atau 55 % dari total anggaran, kalau berbicara besarannya dibandingkan dengan kabupaten yang ada di Provinsi Lampung ya Kabupaten Mesuji ini termasuk dalam kabupaten yang anggaran kecil untuk penanganan covid-19 ini.” papar Olpin Saputra.

Selanjutnya selain pasien 07 yang angkat bicara terkait perlakuan yang diterima dari Tim Gugus Tugas ada orang tua dari Pasien 04 yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Mesuji.

“Saya sudah melakukan kunjungan atau silahturahmi kepada ke-tiga orang pasien yang dinyatakan positif covid-19 dalam kunjungan itu saya bertanya dengan pertanyaan yang sama, yakni perlakuan apa saja yang mereka terima dan bantuan apa saja untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti apa yang sudah diterima oleh mereka selama melakukan isolasi mandiri, jawab dari mereka ya sama yakni tidak menerima bantuan makanan sedikitpun hanya pil vitamin dan sesekali di telpon oleh medis itu saja,” Asbari warga desa Brabasan yang juga orang tua dari pasien 04. (Nai)

 110 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 468x60