Kawal Mediasi, 8 Ormas Pendukung HIMEL “Duduki” Kantor Bawaslu

  • Whatsapp

KALIANDA – Delapan Organisasi Masyarakat (Ormas) pendukung Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Kepala Daerah Lampung Selatan (Lamsel) Hipni-Melin kawal musyawarah tertutup sengketa Pilkada di Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) setempat, Selasa (29/9/2020).

Delapan Ormas itu yakni, LMP, SPRI, Bakornas PWI, Pejuang Siliwangi, LSM Kekar, LSM Peduli Hukum, Ormas JPKP dan Ormas Pendekar Banten.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan, puluhan massa dari 8 Ormas tersebut tiba di Kantor Bawaslu bersamaan dengan Bapaslon Hipni-Melin. Saat mediasi berlangsung, mereka stand by dihalaman kantor Bawaslu hingga membubarkan diri usai mediasi rampung.

Syaiful Musa, selaku koordinator ormas pendukung Bapaslon Hipni-Melin menegaskan, bahwa berkumpulnya delapan Ormas di depan Kantor Bawaslu tersebut tidak dalam rangka aksi massa. Melainkan, hanya sebuah aksi simpatisan mengawal jalannya mediasi tertutup.

“Tidak kalau untuk hari ini. Kita ormas simpatisan ini hanya mengawal aja di musyawarah tertutup, ” Ujarnya saat diwawancarai media-baru.com.

Namun, saat disinggung apakah akan ada upaya aksi massa ketika dalam musyawarah tertutup hingga terbuka tidak meloloskan Bapaslon Hipni-Melin sebagai calon kepala daerah, Syaiful Musa tak menampik.

“Ya, pasti itu. Kita unjuk rasa kalau hasilnya gak sesuai harapan,” Singkatnya.

Diketahui, Tim kuasa hukum Bapaslon Hipni-Melin telah melayangkan gugatan ke Bawaslu Lamsel atas keputusan KPU yang tidak menetapkan Bapaslon itu sebagai Pasangan Calon.

Mereka menilai, penafsiran KPU tentang Pasal 4 PKPU Nomor 9 tahun 2020 tidak tepat. Sehingga, tim kuasa hukum Hipni-Melin melayangkan gugatan.

Diketahui juga, prosedur penyelesaian guagatan sengketa Pilkada terdapat dua tahap. Yakni Musyawarah tertutup dan musyawarah (Sidang) terbuka dengan masa waktu selama 12 hari setelah tim melakukan registrasi gugatan. (Doy)

 808 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini