43 Kasus Pelanggaran Pilkada 2020, Bawaslu Lamsel Catat 30 ASN Terlibat

  • Whatsapp

 

KALIANDA – Jumlah dugaan kasus pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), hingga H-8 terbilang tinggi.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamsel, Hendra Fauzi membeberkan, hingga saat ini terdapat 43 kasus pilkada yang hasil penerimaan dugaan pelanggaran.

Berdasarkan hasil pelanggaran, tercatat rincian yakni, 20 pelanggaran protokol kesehatan, 1 kasus pidana Pemilu, 3 kasus pelanggaran etik, 1 kasus PKH dan 4 kasus ASN. Selain itu, ada juga pelanggaran Administrasi 11 kasus, dan bukan pelanggaran 3.

“Kasus ASN ini melibatkan sedikitnya sekitar 30 orang pegawai. Kasus – kasus ini juga masih dalam penanganan Bawaslu Lamsel,” Beber Hendra Fauzi, dalam sambutannya saat membuka acara sosikaisasi produk hukum Pilkada di Aula Negeri Baru Resort Kalianda, Selasa (1/12/2020).

Ia juga mengatakan, sejauh ini Bawaslu Lamsel telah melayangkan 872 surat imbauan dan rekomendasi yang ditujukan kepada para paslon, lembaga dan instansi.
“Saya harap, dari surat imbauan itu dapat menjadi dorongan untuk bersama-sama saling mengawasi pelaksanaan Pilkada Lamsel tahun 2020,” Lanjutnya.

Lebih lagi Hendra juga mengimbau, jangan sampai terlibat dalam segala bentuk pelanggaran Pilkada. Sebab, sejauh yang ia pelajari, sangat jarang sekali pidana tersebut tertuju kepada tim inti ataupun calon kepala daerahnya, melainkan lebih banyak ke masyarakat yang ada dibawah.

“Untuk itu, tak henti-hentinya kami mengimbau agar selalu patuh kepada aturan yang berlaku di Pilkada ini,” Tutupnya. (Doy)

 200 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 728x90