Ketua DPD : Pemerintah Tingkatkan Adopsi Kearifan Lokal Dalam Berbagai Peraturan

  • Whatsapp

Bandung – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintah mengadopsi kearifan lokal ketika membuat kebijakan daerah. Ini dinilai penting, agar identitas daerah tetap tercermin dalam sistem birokrasi.

“Saya mengajak pemerintah pusat, untuk meningkatkan adopsi kearifan lokal dalam berbagai peraturan pemerintah,” harap LaNyalla.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Sesuai rilis yang diterima dapur redaksi, hal tersebut disampaikan LaNyalla saat membuka secara virtual Refleksi Akhir Tahun 2020 dalam acara Kongres Sunda, Minggu (27/12/2020). Ia menyebut, kearifan lokal menjadi faktor penting saat penyusunan peraturan daerah.

 

“DPD RI memahami eksistensi kearifan lokal sebagai cerminan hukum yang masih hidup di tengah masyarakat lokal, sehingga diadopsi ke dalam peraturan perundang-undangan,” jelas LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu menyebut, eksistensi yuridis kearifan lokal di dalam peraturan perundang-undangan telah diatur secara jelas. Oleh karena itu, kata LaNyalla, peraturan perundang-undangan harus tetap mendasarkan kepada kearifan lokal sebagai bagian dari hukum adat.

“Saya mengajak Pemerintah Daerah, organisasi kemasyarakatan, termasuk kalangan masyarakat madani di perguruan tinggi dan organisasi non-pemerintah, untuk gencar mempromosikan gagasan-gagasan lokal yang mengandung kearifan, yang masih tertanam dan disuburkan masyarakat lokal, sebagai dasar pengambilan kebijakan lokal,” urai LaNyalla.

Ketua DPD mengapresiasi, acara yang digelar oleh Panitia Kongres Sunda. LaNyalla menilai, Kongres Sunda ini merupakan suatu prakarsa yang sangat baik untuk melestarikan kearifan lokal dan karakter budaya daerah dalam menjaga kesatuan dan persatuan dalam bingkai NKRI.

“Sebab, sesungguhnya negeri kita sangat melimpah dengan kekayaan budaya yang perlu dikembangkan dan ditransformasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena, kebudayaan menjadi elemen penting untuk pengembangan karakter bangsa,” papar mantan Ketum PSSI itu.

Sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan memberikan ruang bagi kebudayaan Indonesia untuk terus berkembang sesuai dengan porsinya. Sebab, kebudayaan telah menjadi identitas sebuah negara.

“Marwah dan fungsi kebudayaan harus dijaga bersama-sama oleh seluruh elemen bangsa, agar bangsa ini tidak kehilangan identitasnya, karena budaya adalah salah satu identitas sebuah bangsa,” pinta LaNyalla.

“Setiap pembangunan, intinya dari berbagai aspek bidang, baik itu di bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya, hendaknya diawali dengan kebudayaan. Oleh karenanya yang paling penting ke depan bagaimana kebudayaan Indonesia juga mampu mempengaruhi kebudayaan yang ada di dunia. Kebudayaan Indonesia adalah bagian dari kebudayaan dunia,” pungkas LaNyalla.

Acara tersebut, juga menghadirkan semua wakil ketua DPD RI, mulai dari Nono Sampono, Mahyudin hingga Sultan B. Najamudin. Sejumlah senator juga menjadi pembicara, di antaranya Jimly Assidiqie, Sylviana Murni, Eni Sumarni, Alirman Sori, GKR Hemas, Fachrul Razi, Anak Agung Gde Agung dan Filep Wafafna. (rls/adi/red)

 118 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 728x90