Lakukan Anjau Silau, Pangeran Muda : Melestarikan Adat Saibatin Yang Utama Adalah Pengorbanan Dan Kesetiaan

  • Whatsapp

PENENGAHAN – Adat seni budaya merupakan warisan leluhur yang harus di pertahankan dan dilestarikan kepada anak cucu kita nantinya. Saibatin Marga Dantaran Ahmad Fajirin yang mendapat gelar Pangeran muda Naga Bringsang V Marga Dantaran, anjau silau ke Situs Benteng Cempaka di Paksi Kunyayan Desa Gedong Harta, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Sabtu (26/12/2020).

Didampingi Wakil Bupati terpilih pada Pilkada 2020 kemarin, Pandu Kesuma Dewangsa, Kepala UPT Menara Siger mewakili Kadis Pariwisata, Kasat Intel Polres Lamsel Iptu Andi Nuraya, Camat Penengahan Erdiyansah, Humas PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, Kepala Desa Gedong Harta, kerabat bangsawan isi Lamban Balak, Penggawa dan masyarakat Marga Dantaran .

Bacaan Lainnya

banner 300250

Di wilayah Paksi Kunyayan, terdapat situs benteng tanah yg merupakan warisan sejarah leluhur. Situs benteng tanah Cempaka Marga Dantaran, didirikan pada era Dalom Kusuma Ratu anak dari keturunan Pangeran Naga Bringsang yang akhirnya dibuang oleh Belanda ke Manado.

Pewaris Saibatin Marga Dantaran, Ahmad Fajirin Pangeran Muda Naga Bringsang V bersilaturahmi ke Masyarakat adat Segekhi Suku sebagai rasa memiliki kecintaan terhadap warisan adat secara turun temurun agar Adat Marga Dantaran tetap eksis dan semakin kuat.

“Karena wilayah Marga Dantaran yang sangat luas, sebagian yang berada di pulau Sangiang. Batas lautan atau garis wilayah yang telah ditentukan seperti pelabuhan penyeberangan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bakauheni, adalah bagian wilayah Marga Dantaran dan kemarin kita menyerahkan kebung ke kantor ASDP Cabang Bakauheni. Adalah bentuk sinergi kita semua kepada semua pihak dan elemen yang terlibat di wilayah marga Dantaran, yang dapat kita berikan kepada Paksi Kunyayan adalah simbul kebung Lampung,” ujar Pangeran Muda Ahmad Fajirin.

Pangeran Muda Ahmad Fajirin juga mengkisahkan, Way Handak atau sekarang yang disebut Kalianda merupakan bagian dari Kerajaan Sekala Brak Wilayah Selatan.

“Prosesi adat turun temurun yakni anjau silau adalah bentuk nyata untuk mempererat tali silaturahmi Saibatin kepada Paksi. Punyimbang segekhi suku masyarakat adat Marga Dantaran,” imbuh sang Pangeran Muda.

Pangeran Muda pun menjelaskan, dimana adat Marga Dantaran terdiri dari empat paksi, yakni, Paksi Tiyuh, Paksi Deduk, Paksi Kunyayan dan Paksi Khuguk Sumokh.

“Anjau silau pertama, di Paksi Tiyuh telah dilaksanakan pada hari Selasa (24/11/2020), kemudian di Paksi Deduk pada hari Senin (7/12/2020) dan yang ketiga di Paksi Kunyayan Gedung Harta pada hari ini, Sabtu (26/12/2020). Sedangkan, anjau silau ke Paksi Khuguk Sumokh untuk kedepannya,” rinci Pangeran Muda.

Kegiatan anjau silau sendiri, dapat terlaksana berkat bantuan dari seluruh elemen masyarakat Adat Segekhi Suku Marga Dantaran. Didalam acara anjau silau, diiringi pencak Lampung, tari melayu dan tabuhan kenungan burung iking. “Melestarikan Adat Saibatin yang utama adalah Pengorbanan dan Kesetiaan,” pungkas pangeran Muda Ahmad Fajirin. (amn/red)

 207 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

banner 728x90