Warga Sidomulyo Menangkan Gugatan Perdata Terhadap BRI Cabang Kalianda dan KPKNL

  • Whatsapp

KALIANDA – Penggugat atas nama Denny Prayogi memenangkan perkara sidang perdata di Pengadilan Negeri (PN) Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), pada hari Selasa (29/12/2020) kemarin.

Didampingi kuasa hukum Denny Prayogi selaku penggugat yakni Abdul Kholil Bakrie, Lena Baiti Rusli, Muhammad Muslimin dan Sriyanto dari Advokad/Lawyer Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Syariah Indonesia (YLBHSI).

Bacaan Lainnya

banner 300250

Dalam rilis yang masuk ke meja redaksi media-baru.com, Rabu (30/12/2020). Denny Prayogi mengajukan gugatan kepada PT. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Persero Tbk. Cabang Kalianda yang selanjutnya disebut sebagai tergugat satu (1) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bandar Lampung atau tergugat dua (2).

Berdasarkan gugatan Denny Prayogi, dengan alasan bahwa penggugat adalah nasabah debitur tergugat sebagaimana Akta Notaris dan PPAT Tumpak Holong L. Tobing. Melalui perjanjian kredit nomor 10 tanggal 15 Februari 2018, dengan jumlah pokok kredit Rp. 180.000.000,- (seratus delapan puluh juta rupiah), pembayaran kredit dibayar setiap 6 (enam) bulan sekali dan berakhir pada tanggal 15 Februari 2022.

Dimana, jenis agunan berupa tanah dan bangunan yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Lamsel, dengan bukti kepemilikan agunan adalah Sertifikat Hak Milik No.563/Sidomulyo seluas 678 meter persegi, nama pemegang Denny Prayogi (penggugat).

Kuasa hukum diwakili Lena Baiti Rusli dan Muhammad Muslimin mengungkapkan, “dalam perkara gugatan perbuatan melawan hukum Nomor 23 PDTG/2020/PN Kalianda. Pada hari ini, diputuskan bahwasanya pembatalan terhadap lelang yang sudah dilakukan oleh tergugat Satu (1) BRI Cabang Kalianda, kemudian Tergugat Dua (2) Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bandar Lampung. Yang mana, sudah melakukan pelelangan terhadap agunan dari penggugat saudara Denny Prayogi, dengan Sertifikat Hak Milik Nomor 563.”

Lena Baiti Rusli melanjutkan, artinya perjuangan dari penggugat yakni saudara Denny Prayogi tidak sia-sia. “Dari Majelis Hakim mengabulkan, terhitung untuk pembatalan lelang yang telah dilakukan oleh tergugat satu (1) dan dua (2) yaitu BRI Cabang Kalianda juga KPKNL Bandar Lampung terhitung dari gugatan. Kami selaku lawyer atau kuasa Hukum Saudara Denny Prayogi, pada kesempatan hari ini diwakili oleh saya, Lena Baiti Rusli, SHI dan Partners YLBHSI,” tegas Leni Baiti Rusli.

Dirinya kemudian menambahkan, beberapa poin yang digaris bawahi. Pertama, Denny Prayogi atau debitur wajib dilindungi hak-hak hukumnya dan perlu diperjuangkan. Kedua, harus mengetahui dan memberitahu kepada Bank BRI atau Bank umum lainnya yang ada di Indonesia, khususnya di Lampung Selatan. Bahwasanya, pemberian kredit oleh Bank adalah untuk membantu Masyarakat secara ekonomis supaya lebih baik lagi, bukan malah mempersulit ekonomi masyarakat.

Ketiga, masyarakat yang ada di Lampung Selatan apabila ada masalah terkait dengan Bank yakni pemberian kredit. Maka, jangan pernah takut untuk melawan atau memperjuangkan hak-haknya dan YLBHSI siap membantu. Ke-empat, kemenangan Denny Prayogi selaku penggugat adalah kemenangan sebagai debitur yang ada di Lampung Selatan pada khususnya dan Masyarakat pada umumnya.

Senada dengan itu, Muhammad Muslimin juga menyampaikan, pada intinya pihaknya masih menunggu dari pihak Bank BRI dan KPKNL, “yang mana inikan ada masa sanggah, apakah masa sanggah ini akan di manfaatkan oleh mereka ataupun tidak. Harapan kita kepada masyarakat, jangan enggan untuk mengadukan permasalahan yang terkait dengan perbankan, jadi kami dari YLBHSI siap untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dilapangan,” ujarnya sembari menghimbau.

Ia juga berpesan, kepada teman semua atau para pengusaha khususnya yang ada di Lampung Selatan ini bila tergelincir dengan hutang piutang atau berhubungan dengan perbankan agar jangan pernah takut untuk melawan. “Walaupun perbankan itu memang garis merah, tetapi kalau kita bisa mempertahankan hak, jangan sampai karena oknum, kita jadi lalai dan rugi. Jadi, untuk melawan hal kebenaran kita tetap harus berjuang untuk hal yang memang hak kita, bukan untuk hak dia. Intinya tetap semangat, jangan pernah takut untuk melawan karena posisi kita memang untuk kebenaran, kemudian jangan salah tanggap dengan masalah dari oknum,” urai Muhammad Muslimin.

Pada kesempatan yang sama, selaku penggugat/debitur Denny Prayogi menyampaikan, rasa syukur dengan mengucap Alhamdulillah terkait masalah itu.

“Kami masih tetap menunggu dengan perasaan sangat senang sekali dan saya sangat berterima kasih kepada YLBHSI. Khusus untuk kuasa hukum yakni, Ibu Lena Baiti Rusli, SHI danan teman-teman lainnya yang sudah bekerja keras. Mungkin sudah 6 bulan hingga hampir satu tahun, mereka berjuang untuk saya (nasabah),” ucap Denny dengan nada bahagia.

Hingga beriya ini diturunkan, pihak tergugat satu yakni BRI Cabang Kalianda belum bisa dikonfirmasi secara langsung atas hasil sidang putusan tersebut. (rls/red)

 208 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

banner 728x90