Penyaluran BPNT di Desa Sinar Harapan dan Harapan Jaya Diduga Syarat KKN

  • Whatsapp

 

KEDONDONG – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Sinar Harapan dan Desa Harapan Jaya, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, disinyalir syarat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Bacaan Lainnya

Perbuatan tidak pantas ditiru tersebut dilakukan oleh oknum agen penyalur (E-Warung) setempat. Oknum tersebut diduga menguntit telur dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM), pada komponen telur.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, KPM di desa ini harusnya menerima 15 butir telur. Namun, pada saat penyaluran, pihak agem memotong 1 butir telur per KPM. Sehingga, setiap KPM hanya menerima 14 butir.

“Kami merasa keberatan dengan adanya potongan telur satu butir yang seharus nya kami dapat 15 butir ini hanya 14 butir apa lagi bulan-bulan lalu kami hanya menerima 13 butir,” Ungkap salah seorang KPM yang namanya enggan dipublikasikan, Sabtu (20/2/2021).

Senada dikatakan KPM lainnya, bahwa diketahui setiap KPM menerima bantuan pangan dengan nominal Rp 200 ribu. Selain telur, ada beberapa komponen pangan lainnya yang diterima.

“Barang yang kami terima adalah beras 12 kg, kacang hijau sekitar 0,5 kg, apel 5 buah dan kentang sekitar 0,5 kg. Ya kalau kita hitung nominalnya gak mungkin sampai 200 ribu,” Imbuh KPM lainnya tersebut.

Ketika KPM di kumpulkan di salah satu KPM membahas tentang adanya telur yang di potong oleh agen BPNT, ternyata tidak semua KPM hadir.

“Hanya beberapa saja yang hadir dan kami KPM yang tidak hadir tidak di beritahu. kami tahu ketika bantuan tersebut datang dan saat kami mengambilnya di agen, telur sudah diambul satu butir oleh agen, dengan dalih sudah hasil kesepakatan. Ya mau tidak mau kami ikut meskipun agak berat dan gak ikhlas,” Sebutnya lagi.

Saat media-baru.com dan LSM BPPI mencoba kembali menelusuri persoalan tersebut, terungkap bahwa Agen telah mengkondisikan KPM untuk menerima pemotongan komponen telur tersebut.

Agen juga memerintahkan kepada seluruh KPM untuk mengaku bahwa penyaluran BPNT di desa setempat berjalan bagus. Bahkan agen memintan KPM untuk merekam video pada saat pengambilan bantuan, untuk menyatakan bahwa penyaluran BPNT di desa itu memuaskan.

Sehingga, agen dapat mengklaim kepada penyuplai barang untuk terus menjadi suplayer BPNT di desa Sinar Harapan dan Desa Harapan Jaya.

Pengkondisin tersebut dilakukan melalui chat whatsaap grup dengan nama BPNT Dua Desa. Kemudian yang melakukan pengkondisian itu adalah bernama Yuni.

Chat whatsapp grup BPNT DUA DESA, yang menjadi media pengkondisian agen dalam melakukan praktik KKN penyaluran BPNT.

Untuk diketahui, Yuni adalah merupakan agen yang dimaksud telah melakukan syarat KKN dalam penyaluran BPNT di dua desa tersebut.

Saat media ini mencoba konfirmasi ke agen BPNT dua desa teresebut, Yuni terkesan ngeles.

“Gak usah dibahas. Temui saja KPM nya,” Singkatnya.

LSM BPPI Bakal Seret ke Ranah Hukum ! 

Menyikapi hal ini, LSM BPPI mengecam keras perbuatan agen, yang diduga telah melakukan pemotongan komponen BPNT.

“Jelas secara hukum tidak dibenarkan. Apalagi, pemotongan tersebut disertai dengan pengkondisian KPM. Ini perbuatan yang tidak benar dan dengan nyata melawan hukum,” Jelas Syarifudin, Kabid Humas LSM BPPI Lampung.

Syarifudin juga menegaskan, bahwa untuk menyikapi kasus ini, pihaknya akan melaporkan ke Polres Pesawaran guna penindakan hukum lebih lanjut.

“Secepatnya kami akan buat laporan ke Polres mengenai kasus ini,” Tegasnya.
(Tim/Red)

 107 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini