Air Tak Layak Konsumsi, PDAM Unit Akui Operator Lalai, Direktur Menghindar

  • Whatsapp

 

PADANG CERMIN – Pendistribusian air bersih PDAM Tirta Dharma, Kabupaten Pesawaran, dikeluhkan konsumen Unit Way Ratai.

Bacaan Lainnya

Bagaimana tidak, air yang disalurkan ke warga justru tak layak konsumsi. Bahkan, air nampak keruh berwarna kecoklatan. Selain itu, aliran air juga lemah, sehingga konsumen harus menggunakan pompa air untuk dapat mengalirkan distribusi air dari PDAM.

Lebih lagi, warga mengaku kondisi tersebut sering terjadi, khususnya bagi konsumen di wilayah Kecamatan Padang Cermin.

“Hal seperti ini sudah sering kali terjadi. Airnya sangat kotor. Disamping itu, airnya juga sering mati. Selama kami mendapat air, harus pakai alat tambahan yaitu sanyo,” Keluh Badri (48) warga Dusun Heneban, Desa Way Urang, Kecamatan Padang Cermin kepada wartawan, Rabu (24/2/2021).

Senada dikatakan warga lainnya, Amsar (65), kondisi pendistribusian air yang tidak layak konsumsi, aliran yang lemah dan kerap tidak mengalir sering kali terjadi.

Amsar juga mengaku, warga juga kerap mengadukan kondisi tersebut kepada Kepala Unit PDAM Way Ratai. Bahkan, hingga warga bosan dan lelah dengan kondisi air tersebut.

“Ini tidak sebanding dengan kewajiban kami. Kami harus tepat waktu bayar iuran PDAM, kalau telat dikenakan denda, bahkan akan diputus. Sedangkan, air yang kami terima tidak layak,” Kata Amsar yang juga seraya berkeluh.

Warga berharap, pihak PDAM dapat melakukan pembenahan secara serius dalam pendistribusian air, khususnya di wilayah Kecamatan Way Ratai.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang PDAM Way Ratai, Desmiyana mengakui bahwa kondisi tersebut benar terjadi. Sayangnya, tindaklanjut dari PDAM dalam melakukan perbaikan terkesan lamban.

“Ya, saya selalu sigap jika ada keluhan dari pelanggan. Tapi ini memang ada kelalaian operator, sehingga terjadi keruhnya air yang tidak layak komsumsi,”kilahnya.

Untuk diketahui, hingga berita ini diterbitkan, kondisi aliran air di Desa Way Urang masih lambat dan keruh. Bahkan, warga enggan untuk mengkonsumsi air tersebut.

Sekadar mengingatkan, kondisi tersebut terjadi sejak bebepa tahun lalu. Bahkan, sejumlah warga sempat protes ke PDAM Tirta Dharma untuk mendesak perbaikan dan pembenahan.

Setelah didesak warga, Direktur PDAM Tirta Dharma, K. Toga Torop menandatangani surat pernyataan yang dibuat oleh Kepala Unit Way Ratai, sebagai bentuk respon positif menyikapi keluhan warga tersebut.

Dalam surat pernyataan tersebut, terdapat sejumlah poin. Salah satunya yakni pihak PDAM bersedia menguras pipa ke arah Dusun Heneban, Desa Way Urang hingga bersih, jika terjadi air keruh.

Sementara, Direktur PDAM Tirta Dharma Pesawaran belum berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui pesan whatsapp, pihaknya hanya melontarkan janji untuk dapat menemui wartawan.

Terakhir, Direktur menjanjikan untuk menemui wartawan dan menyampaikan tanggapannya pada Kamis minggu depan. Namun, usai beekomunikasi dengan wartawan media-baru.com, Kamis (25/2/2021) malam, justru nomor telepon wartawan diblokir oleh yang bersangkutan. (Ryn/red)

 290 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini