Buka Jalan Baru, Pekon Gisting Bawah Ciptakan Agropolitan

  • Whatsapp

TANGGAMUS – Pekon Gisting Bawah, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, terus melakukan pembenahan guna peningkatan ekonomi masyarakat di pekon setempat.

Diketahui, pekon ini sempat meraih prestasi dengan menjuarai Bumdes terbaik tingkat nasional, terutama dalam pengelolaan sampah. Tak terbuai dengan itu, Pekon Gisting bawah terus berinovasi menciptakan program penibgjatan ekonomi.

Bacaan Lainnya

Kali ini, Pekon Gisting Bawah berinisiasi membuka jalan baru menghubungkan Pekon Gisting Bawah dengan Pekon Landbaw Kecamatan Gisting. Jalan tersebut berada di dusun 2A sepanjang 300 meter.

Kepala Pekon Gisting Bawah, Sapari mengungkapkan, pengembangan wilayah tersebut sebagai upaya menciptakan wilayah argopolitan.

“Kita berupaya dengan bergotong royong bersama masyarakat. Dengan adanya jalan penghubung ini, nantinya akan ada kehidupan baru di Dusun 2A. Jika ada kehidupan, pasti akan ada ekonomi yang berputar. Di Dusun 2A ini, sangat strategi dalam pengembangan wilayah khususnya untuk pemukiman. Jadi siapapun jika ingin berinvestasi di bidang properti silahkan ke dusun 2A,”terangnya kepada media-baru.com disela-sela gotong royong, Selasa (23/3/2021).

Selain itu, Kepala Pekon dua periode ini juga mengatakan, pihaknya juga tengah berjuang agar Pekon Gisting Bawah ada penambahan pemakaman umum. Sebab menurutnya, pemakaman yang digunakan, terlalu kecil, tidak sebanding dengan jumlah warga yang padat.

“Selain itu juga, fokus utama kami adalah pemerataan pembangunan di tahun pertama ini.  Untuk yang lainnya sudah dalam perancangan, kita utamakan sekala prioritas terlebih dahulu,” Tambahnya.

Diketahui, Pekon Gisting Bawah memiliki luas sekitar 262,5 hektare dengan jumlah penduduk 8178 jiwa. Pekon ini juga memiliki wilayah yang cukup kuat jika ingin di bangun pondasi bisnis.

“Namun ada hal yang saya sangat tekankan, terkait soal perizinan usaha apalagi berhubungan dengan lingkungan hidup, saya sangat berhati-hati baik itu milik perorangan, CV atau PT. Sebab banyak hal yang harus di pikiran seperti efek dari limbahnya seperti apa ke masyarakat, bukan karena ekonomi semata,”tutupnya. ( AK )

 418 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini