Ust Uji : Bom Gereja Katedral Bukan Perbuatan Jihad, Tapi Bentuk Teroris Yang Nyata

  • Whatsapp

TANGGAMUS – Negara Indonesia kembali di hantam teror bom bunuh diri. Kejadian ledakan bom di gereja Katedral Makasar, disinyalir merupakan upaya kelompok tertentu untuk memecah keutuhan bangsa.

Hal tersebut banyak disampaikan para pengamat keagamaan di tanah air, termasuk Ketua majelis Khidmat Asmaul Husna Kabupaten Tanggamus, Ust Ahmad Fuji Nurhuda, Rabu (31/3/2021).

Bacaan Lainnya

Ust Uji, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa setiap agama apapun itu menghendaki  manusia berbuat kebaikan. Hal yang tidak mungkin, agama mengajarkan bahkan menyuruh umatnya berbuat di luar kebaikan.

“Terkait dengan kejadian di Makassar bom bunuh diri di gereja Katedral, itu bukan perbuatan jihad tapi inilah bentuk teroris yang nyata,” Tudingnya.

Menurut Ust Uji, Islam itu lahir untuk rahmatan Lil Al-Amin. Bukan untuk menciptakan kegaduhan dan kekacauan, apalagi sampai menyakiti bahkan menghilangkan nyawa orang lain sungguh tidak ada satu agamapun yang membenarkan itu.

“saya sangat mengecam perbuatan bom bunuh diri, benar benar sudah keluar dari jalur ke agamaan, itu perbuatan yang sangat merugikan kita semua,” Tegasnya.

Rasullullah menyampaikan pasca perang besar, bahwasanya kedepan jihad terbesar kita adalah memerangi hawa nafsu. Tapi itu ada pengecualian jika Agama Islam di perangi oleh non Islam maka kewajiban umat Islam untuk melakukan perlawanan.

“Sedangkan Islam ini kan ada 73 golongan. Nah kepada diantara 73 golongan itu saya berharap mengkaji ulang jangan hanya bersumber pada satu dalil dan madhab saja. Tapi harus mengkaji dari sumber madzhab yang lain agar tidak lahir fanatisme. Sebab jika sesuatu itu berlebihan pasti akan berakibat tidak baik. Apapun itu bentuknya,”sarannya.

Kepada umat Islam yang lain, ia berharap untuk mengikuti rambu rambu dari rosullullah dan Allah. Sebab segala sesuatunya jika ingin baik pakailah cara yang baik. Maka kembali lah ke garisnya Rosullullah dan Allah sebab tidak pernah ada penyampaian yang menghancurkan orang lain.

“Sebab tugas manusia menyampaikan kebenaran sedangkan ketentuan itu milik oleh, lebih baik kita berjihad dalam menyampaikan kebenaran yang bersumber dari banyak madzhab dan dalil agar terhindar dari kepanatisme yang berlebihan,” Tuturnya.

Ia meminta, kepada aparat penegak hukum harus menegakkan hukum yang seadil-adilnya agar keutuhan berbangsa dan bernegara ini tidak terkoyak oleh segelintir orang atau oknum. Jika memang salah sampaikan salah dan hukum harus berdiri dengan tegak.

“Belajar dari kejadian di Makassar saya berharap kepada aparat penegak hukum untuk ikut menjaga dan mengamankan serta mewujudkan hak warga negara termasuk pengamanan hari raya paskah umat Nasrani,” Harapnya. ( AK )

 104 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini