Cueki Covid Demi Bantuan, Ribuan Ibu-Ibu Kerumuni BNI Kalianda

  • Whatsapp

 

KALIANDA – Bank Negara Indoensia (BNI) sepertinya perlu merubah kebijakan terkait penyaluran bantuan UMKM Mekkar.

Bacaan Lainnya

Diketahui, saat ini penyaluran bantuan tersebut berbeda dari sebelumnya, tidak lagi langsung masuk ke rekening masyarakat dan dapat ditarik kapan saja.

Prosedurnya kali ini, rekening bantuan terlebih dahulu telah dibekukan oleh pihak Bank, sehingga masyarakat yang hendak mendapatkan bantuan mesti melakukan aktivasi di BNI Cabang setempat. Kondisi ini, membuat warga berkerumun hingga tak kenal waktu.

Khusus di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), ribuan warga yang didominasi ibu-ibu memenuhi halaman Bank BNI Cabang Kalianda. Bahkan, kerumunan tersebut menyebar ke kantor-kantor disekitar BNI hingga menutup sebagian ruas jalan.

Dalam kondisi ini, pandemi covid-19 seolah dicueki. Ribuan masyarakat bahkan mengabaikan protokol kesehatan untuke mencegah penyebaran virus corona.

Berdasarkan pantauan, para ibu-ibu memenuhi halaman parkir BNI sejak pukul 05.00 wib subuh. Sementara, ada juga yang datang ke BNI sejak pukul 03.00 wib setelah makan sahur.

“Ya, kami datang setelah subuhan aja disini sudah rame. Malah, ada juga yang katanya udah disini (Bank BNI Kalianda, red) dari jam 2 tadi malam,” Cetus salah seorang ibu yang membawa anak balitanya, di depan gerbang BNI Kalianda, Selasa (13/4/2021).

 

 

Kondisi kerumunan di Bank BNI Kalianda, yang meluas hingga ke sejumlah kantor disekitarnya dan menutup ruas jalan Raden Intan.

 

Sejumlah ibu-ibu juga berkeluh, jika tidak ada prosedur baru secamam saat ini, semestinya masyarakat tidak perlu berbondong-bondong ke Bank. Bahkan sampai berlomba-lomba waktu untuk mendapatkan nomor antrian.

“Coba sistemnya kaya dulu aja. Atm-nya diaktifin secara serentak, dan nasabah tinggal nunggu konfirmasi. Kan mudah, bisa kita ambil kapan aja. Bantuan ini sebenarnya tujuannya bagus, untuk membantu masyarakat pada masa pandemi covid-19. Tapi bagaimana jika prosedur justru membuat kita berkerumun gini, dan harus melawan covid-19,” Kesal Dewi (34).

Mereka berharap, pihak Bank maupun pihak pemerintah dapat mengambil langkah sebagai solusi penyaluran bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

“Paling tidak, prosedurnya dikembalikan seperti semula. Agar, tidak menimbulkan kerumunan ribuan orang macam ini,” Harap Siti (28).

(Doy)

 

 528 kali dilihat,  11 kali dilihat hari ini