PKB Tanggamus Minta Mendikbud Revisi Kamus Sejarah Indonesia

  • Whatsapp

TANGGAMUS – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Kamus Sejarah Indonesia jilid 1 beberapa hari terakhir menjadi sorotan ruang publik.

Mendikbud Nadiem Makarim akhirnya angkat bicara memberi penjelasan terkait kontroversi isi kamus tersebut lewat video di akun Instagram miliknya, kamis (22/4/2021).

Bacaan Lainnya

Kekisruhan yang berawal dari protes atas tidak dimuatnya perjuangan KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama di Kamus Sejarah Indonesia itu, sehingga menuai protes baik dari keluarga, kiai-kiai NU hingga politisi yang terafiliasi dengan ormas Islam terbesar di Indonesia ini.

Namun, ada beberapa fakta mengenai Kamus Sejarah Indonesia yang sempat menjadi bahan polemik ini.

Nadiem Makarim dalam video Instagram miliknya menyebutkan bahwa Kamus Sejarah Indonesia disusun pada 2017 sebelum dirinya menjabat. Tahun 2017 posisi Mendikbud masih diisi Muhadjir Effendy yang sekarang ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Menyikapi gelombang polemik yang semakin tinggi, tokoh politik Kabupaten Tanggamus turut memberi komentar.

Ketua DPC PKB Kabupaten Tanggamus 2021-2026, Irwandi Suralaga yang juga merupakan wakil ketua 1 DPRD Kabupaten Tanggamus  meminta Mendikbud harus menjelaskan mengapa tidak memuat atau menghilangkan KH Hasyim Asya’ari dalam kamus sejarah Indonesia

“Menghilangkan nama KH Hasyim Asy’ari sama saja menghilangkan objektivitas perjalanan sejarah bangsa dan peran dan jasa besar KH. Hasyim Asya’ari dalam memperjuangkan dan mendirikan bangsa Indonesia,” Tudingnya, saat berbincang dengan media-baru.com, Kamis (22/4/2021).

Ia juga meminta, agar Mendikbud melakukan revisi kamus besar sejarah Indonesia dan kemudian menyertakan perjuangan tokoh Islam KH Hasyim Asy’ari didalamnya.

“Saya meminta kepada Mendikbud untuk menarik dan melakukan revisi terkait itu semua. Serta, Mendikbud dapat menjawab pertanyaan publik perihal Kamus sejarah Indonesia yang menimbulkan pro dan kontra,”Tutupnya. ( AK )

 132 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini