Proyek Selasar RSUD Bob Bazar Asal-Asalan, Biaya Pembangunan Pagar Diduga Mark Up

  • Whatsapp

KALIANDA – Pembangunan koridor selasar di Gedung Isolasi RSUD Bob Bazar Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) diduga dikerjakan secara asal-asalan.

Berdasarkan pantauan dilokasi, pengerjaan  paket proyek tersebut belum rampung.
Dari pantauan, pembangunan selasar hanya sebatas plasteran kasar, dari lantai sampai ke cor dak. Bahkan, telah terdapat beberapa retakan dan lubang-lubang kecil di plasteran tersebut.

Bacaan Lainnya

Terlebih lagi, lantai selasar menuju Ruang Isolasi ini baru sebatas hamparan kasar, dengan kondisi hancur lebur yang nyaris kembali menjadi tanah.

Dari papan informasi yang terpasang, pembangunan selasar Gedung Isolasi senilai Rp. 990.000.000 dengan sumber anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) APBD Lamsel tahun 2020. Proyek pekerjaan tersebut dikerjakan oleh CV. Dwi Persada.

Dilokasi yang sama, terdapat pembangunan pagar di Gedung Isolasi RSUD Bob Bazar. Proyek ini memiliki pagu anggaran senilai Rp1.484.000.000.00 dengan pelaksana CV Indo Persada.

Dari pantauan, jika dibandingkan antara nilai proyek dengan hasil pelaksanaan pekerjaan, layaknya terjadi mark up. Sebab, tinggi pagar hanya kurang lebih 2 M, ketebalan hanya kurang lebih 5 CM dengan panjang pagar sekitar kurang lebih 100 M.

Kondisi bangunan pun sederhana tidak ada yang istimewa, terkesan standar saja. Selain itu, pengerjaan pun diduga dilakukan tanpa perhitungan yang akurat, karena dapat dilihat tinggi antara sisi pagar dengan sisi pagar yang lainnya berbeda. Kemudian pagar tembok tersebut dicat tipis warna krem dan di bagian atas diberi kawat berduri.

Direktur RSBB dr Media Apriliana belum lama ini mengungkapkan bahwa untuk urusan tekhnis kedua bangunan itu ada di Dinas PU-PR. Baik itu untuk pejabat pembuat komitmen (PPK) maupun penunjukan pihak penyedia jasa.

“Kalau usulan memang dari kami, karena kebutuhan beberapa fasilitas di area bangunan ruang isolasi yang terletak paling ujung kompleks rumah sakit. Seperti usulan pembangunan pagar, menurut saya sangat penting, karena berbatasan langsung dengan pemukiman penduduk sekitar. Kondisi sebelumnya hanya pagar dengan material Seng,” kata dr yang familiar dipanggil Nana ini, beberapa waktu lalu.

Begitu juga dengan usulan pembangunan Selasar, menurut Nana, dengan dibangunnya koridor penghubung antar bagian RS amat sangat membantu paramedis untuk  mengakses area ruang isolasi.

“Cukup penting dan bersifat segera. Karena dengan dibangunnya fasilitas Selasar itu akan sangat membantu mobilitas seluruh karyawan di rumah sakit. Seperti membawa perlengkapan kesehatan, maupun pasien,” imbuhnya seraya menolak mengomentari hsil pekerjaan 2 bangunan tersebut..

“Bisa dilihat sendiri. Kalau mau, bisa saya atau karyawan lain yang mengantar ke lokasi bangunan. Kami terbuka, semua pihak bisa menilai bagaimana kami selama ini dalam bekerja untuk penanganan Covid-19,” tukas wanita berhijab ini.

Jika pelaksanaan proyek tersebut dibenturkan dengan laporan realsasi anggaran penanggunalan Covid-19 tahun 2029, Untuk pembangunan pagar, pagu anggaran 1,484 M sedangkan dilaporkan terealisasi Rp1,281 M, maka terdapat selisih Rp203 juta dari nilai pagu dengan penyerapan anggaran dari prestasi kerja, atau hanya 86,34%.

Kemudian, di papan pengumuman untuk kegiatan pembangunan selasar, tertulis pagu anggaran Rp990.000.000.00 dengan  laporan realisasi Rp987.305.296.00 terjadi selisih Rp2,6 juta atau sekitar terserap 99,97%.

(Tim/Doy)

 430 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini