Angkut Perabotan – Samurai di Rumah Kosong, Satu Pelaku Kena Dor !

  • Whatsapp

 

KALIANDA – Pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) di wilayah hukum Polsek Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel) berhasil dilumpuhkan tim Unit Reskrim polsek setempat.

Bacaan Lainnya

Wakapolres Lamsel, Kompol Harto Agung Cahyo dalam press release Senin (24/5/2021) siang tadi mengungkapkan, pelaku terpaksa harus dikumpuhkan dengan tembakan lantaran berusaha melawan saat hendak diringkus petugas.

Pelaku yakni Indra Juliansyah (25) warga Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda, Lamsel. Ia melakukan pencurian dirumah kosong yang berada di jalan Pratu Amin, Kelurahan Kalianda, Kabupaten Lamsel milik Hasanudin.

“Pelaku yang ditembak ini karena tidak kooperatif dan cenderung melawan petugas. Makanya kami minta kepada pelaku lain untuk menyerahkan diri ke polisi,” ungkap Harto Agung.

Ia menjelaskan, komplotan curat yang berjumlah empat orang ini, memanfaatkan memanfaatkan situasi rumah yang kosong dengan masuk kedalam rumah korban melalui pintu belakang dan mengambil barang-barang.

Mengetahui keadaan aman, sambung Harto, keesokan harinya, para pelaku kembali masuk ke rumah korban dan mengambil kembali barang-barangnya. “Ini terjadi sampai lima kali. Barang-barang itu diambil sedikit-sedikit. Dan pelaku membawa mobil jenis pick-up untuk membawa barang curian,” katanya.

Adapun barang-barang yang dicuri para pelaku yakni dipan kasur, kayu Merbau, Televisi (TV), kulkas, mesin cuci sampai perabotan rumah tangga lainnya. Selain itu, pelaku juga berhasil mengambil sebuah samurai yang nilainya mencapai Rp1 miliar. “Makanya korban mengalami kerugian mencapai Satu Miliar lebih,” ucapnya.

Mantan Kasatreskrim Polresta Bandarlampung ini menambahkan, secara keseluruhan, pelaku berjumlah empat orang. “Jadi, tiga orang sudah kami tetapkan DPO (Daftar Pencarian Orang). Kalau mereka tidak mau menyerahkan diri, kami akan mengambil tindakan tegas dan terukur,” katanya.

Sementara, pelaku Indra Juliansyah mengaku barang-barang yang telah dicuri, dijual kembali untuk biaya hidup. “Kami ada 7 orang. Barang curian itu kami jual, hasilnya kami bagi rata,” pungkasnya. (Doy)

 221 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini