Sempat Buron, Maling 200 Kg Getah Karet Diciduk Polisi di Dapur Rumah

  • Whatsapp

JATI AGUNG – Unit Reskrim Polsek Jati Agung, Lampung Selatan (Lamsel), mengamankan EA (29) DPO (Daftar Pencarian Orang) tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) di area perkembunan karet milik PTPN VII Unit Kedaton Afdeling II di Desa Banjar agung.

Diketahui, EA tinggal di Desa Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang. Ia diamankan petugas di kediamannya pada hari Sabtu (17/7/2021), sekira pukul 02.00 WIB, dini hari.

Bacaan Lainnya

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Kapolsek Jati Agung Iptu Mayer Siregar, mengamini peristiwa penangkapan yang dilakukan oleh jajarannya.

“Pelaku mendatangi perkebunan karet milik PTPN VII Unit Kedaton di Afdeling II Desa Banjar Agung, Kecamatan Jati Agung, menggunakan 2 unit kendaraan bermotor,” terang Kapolsek.

Iptu Mayer melanjutkan, modus yang digunakan para pelaku yaitu mengumpulkan mangkok berisikan getah karet yang ada di pohon karet kemudian dimasukkan ke dalam karung yang telah dipersiapkan sebelumnya. Aksi curat itu terjadi pada Jumat (30/4/2021), sekira pukul 00.30 WIB, dini hari.

Dasar apes, karena tak lama berselang perbuatan mereka di pergoki oleh Satpam PTPN VII yang sedang melaksanakan patroli. Satpam tersebut berhasil menangkap RS alias Kancil yang kini sudah di jebloskan ke LP Kalianda dan berhasil menggagalkan pencurian getah karet itu. Sedangkan, 2 orang pelaku lainnya pada waktu itu berhasil kabur dari kejaran Satpam.

Akibat perbuatan pelaku, PTPN VII Unit Kedaton Afdeling II mengalami kerugian sebanyak 200 kilogram getah karet dengan nilai taksiran kerugian materi sekira Rp. 4 juta.

“Atas kejadian itu, PTPN VII Unit Kedaton Afdeling II melapor ke Polsek Jati Agung untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut,” urai Iptu Mayer.

Berbekal laporan itu, Unit Reskrim Polsek Jati Agung dibantu Tekab 308 Polres Lamsel langsung mengumpulkan informasi dan bukti-bukti untuk memburu para pelaku.

Kerja keras aparat berbuah manis, tepatnya pada hari Sabtu (17/7/2021), EA berhasil dibekuk petugas saat bersembunyi di dapur dirumahnya di Desa Way Galih, Kecamatan Tanjung Bintang.

Kini, tinggal tersisa seorang pelaku berinisial BN yang berstatus DPO alias menjadi buronan Polsek Jati Agung.

Dari hasil introgasi, EA mengaku sudah 3 kali mencuri getah karet milik PTPN VII bersama 2 orang rekannya. Hasil curian itu, kemudian dijual kepada pengepul berinisial RN yang kini telah ditetapkan berstatus DPO.

Dari kasus pencurian itu, berhasil diamankan barang bukti diantaranya 4 karung berisikan getah karet seberat 200 kg (sudah menjadi alat bukti dalam putusan persidangan perkara RS alias Kancil), 2 unit sepeda motor merk Honda Kharisma warna hitam tanpa plat nomor.

“Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUH Pidana,” pungkas Iptu Mayer. (red/humas)

 254 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini