Gegara Maling HP, RD Dibekuk Unit Reskrim Polsek Penengahan

  • Whatsapp

PENENGAHAN – Tim Unit Reskrim Polsek Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel), berhasil mengamankan RD (23) pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) dua unit handphone di Desa Gayam.

Pelaku yang berstatus pengangguran itu, diketahui adalah warga RT/RW 004/002, Desa Tetaan, Kecamatan Penengahan.

Bacaan Lainnya

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Kapolsek Penengahan Iptu Setio Budi Howo, membenarkan ihwal penangkapan yang dilakukan oleh jajarannya.

“Pelaku diamankan petugas pada hari Senin (20/9), sekira pukul 01.00 WIB (dini hari, red.),” sebut Kapolsek kepada media, Senin (20/9/2021) siang.

Penangkapan itu, berawal dari aksi curat yang dilakukan pelaku beberapa bulan yang lalu tepatnya hari Minggu (18/4/2021), sekira jam 02.00 WIB, dengan tempat kejadian perkara (TKP, red.) rumah korban Asburrozi (41) yang terletak di Desa Gayam, Kecamatan Penengahan.

Kala itu, pelaku berhasil memaksa masuk kedalam rumah korban dengan cara mencongkel pintu jendela kamar menggunakan sebilah pisau. Kemudian, pelaku leluasa menggasak 2 handphone android yang tergeletak diatas meja rak TV di ruang keluarga, yakni 1 unit handphone merk OPPO A5S Warna biru dan 1 satu unit handphone merk VIVO Y71 warna krem.

“Akibat aksi kriminal itu, korban harus mengalami kerugian materi sekira Rp.2,5 juta dan melapor ke Polsek penengahan untuk diproses hukum,” jelas Iptu Setio Budi Howo.

Berbekal laporan itu, polisi langsung bergegas melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti permulaan guna menangkap si pelaku.

“Dari sejumlah alat bukti yang ada, akhirnya anggota Unit Reskrim melakukan penangkapan terhadap RD (23) di kediamannya yang berada di Desa Gayam, Kecamatan Penengahan,” lanjut Kapolsek.

Ketika dilakukan interogasi oleh petugas di lokasi, pelaku mengakui telah melakukan aksi curat dirumah korban pada beberapa waktu yang lalu.

Dari hasil penggeledahan di rumah pelaku, polisi menemukan barang bukti 2 unit handphone hasil kejahatan yakni 1 unit merk OPPO A5S Warna biru dengan SIM card 083168454507, 1unit merk VIVO Y71 warna krem dengan SIM card 081272256140, 2 buah kotak handphone merk Vivo A5s dan Vivo Y71 serta 1 bilah senjata tajam jenis pisau.

Lalu, pelaku berikut barang bukti digelandang ke Mapolsek Penengahan guna keperluan proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 363 KUH Pidana, dengan ancaman pidana penjara maksimal tujuh tahun,” tegas Kapolsek sembari mengakhiri. (Han)

 327 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini