Serabutan Demi Hidup, Nenek Saniah Minta Tolong ke Pemerintah

  • Whatsapp

KALIANDA – Pasangan suami istri (pasutri) Satro (81) dan Saniah (77), warga Desa Hara Banjar Manis, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), hidup serba kekurangan dan memerlukan bantuan semua pihak.

Sang suami Satro (81), tak lagi dapat berbuat banyak karena keseringan sakit. Lebih lagi, pasangan lansia itu tinggal bersama cucunya Rahmad (11), yang mau tak mau menjadi tanggungan tambahan bagi mereka.

Bacaan Lainnya

Memasuki usia senja, nenek Saniah (77) semestinya tinggal menikmati hari tua menimang cucu seperti orang kebanyakan seusianya.

Demi menyambung hidup, ia rela bekerja menjadi tenaga upahan saat musim panen tiba. Bahkan, sembari memelihara hewan ternak tetangga hingga memulung rongsokan pun dilakukannya.

“Ya. Sehari-hari saya keliling cari rongsokan, kalau ikut upahan mengupas jagung waktu panen itu saya cuman dapat upah Rp. 7 ribu per karungnya. Dan, sehari paling hanya dapat 5 karung,” ujarnya lirih kepada media, Selasa (21/09/2021).

Malang tak bisa ditolak, cucunya tak bisa mengenyam pendidikan secara layak dan harus merelakan putus sekolah karena terbentur keadaan.

“Saya sedih melihat cucu saya, dia ditinggal sama bapak ibunya. Jadinya, saat ini udah nggak sekolah lagi karena saya nggak punya uang buat nyekolahinnya,” ungkap Saniah.

Dirinya juga bercerita, rumah yang ditinggali selama ini ternyata berdiri diatas tanah pinjaman milik tetangganya. Lebih sedih lagi, sambungan listrik juga menumpang dari rumah tetangganya itu.

“Cuman ada 1 lampu ini mas, ini sudah 3 tahun kami tinggal disini,” lanjutnya.

Ia pun berharap, pemerintah mau mendengar dan membantu meringankan beban hidup yang kini ditanggungnya. Seingatnya, sudah lama bantuan tak menghampirinya lagi.

“Terakhir kali, saya dapat bantuan sembako berupa beras 3 bulan yang lalu. Saya sangat berharap, ada pihak yang mau memberikan bantuan kepada kami ini. Saya juga sudah sering sakit-sakitan. Kadang suka batuk tak henti-henti. Mau berobat juga tidak punya uang, saya mengandalkan obat-obat yang diberikan oleh tetangga,” tutup nenek Saniah. (Emnl/Han)

 86 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini